Sempat Dikabarkan Hidup, Diplomat Iran Ternyata Tewas di Arab Saudi

Tragedi Mina

Sempat Dikabarkan Hidup, Diplomat Iran Ternyata Tewas di Arab Saudi

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 27 Nov 2015 20:24 WIB
Sempat Dikabarkan Hidup, Diplomat Iran Ternyata Tewas di Arab Saudi
Foto: REUTERS/Ahmad Masood
Teheran - Seorang diplomat Iran yang sempat dilaporkan selamat usai hilang dalam tragedi Mina di Arab Saudi, ternyata telah meninggal dunia. Diplomat itu dilaporkan tewas akibat sesak napas saat menunaikan ibadah haji.

Seperti dilansir AFP, Jumat (27/11/2015), kematian diplomat Iran yang bernama Ghazanfar Roknabadi (49) ini memicu kecurigaan otoritas Iran. Oleh karena itu, Iran menyatakan hendak melakukan pemeriksaan medis tersendiri pada jasad sang diplomat.

Pejabat senior Iran yang enggan disebut namanya menyebut, dua minggu lalu Roknabadi masih hidup dan dalam keadaan disandera di Saudi. Namun pada Kamis (26/11), otoritas Iran memastikan jasad Roknabadi ditemukan di Saudi. Jasad Roknabadi ini diterbangkan pulang dan tiba di Teheran pada Jumat (27/11) waktu setempat. Peti mati yang menjadi tempat jasad Roknabadi bersemayam diselimuti bendera Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roknabadi yang pernah menjabat Duta Besar Iran untuk Libanon ini tengah menunaikan ibadah haji ketika tragedi Mina terjadi pada 24 September lalu. Ketika dilaporkan hilang, dia diduga ikut tewas bersama 464 jemaah Iran lainnya. Kebingungan soal nasib Roknabadi sempat memicu ketegangan antara Iran dan Saudi, yang sudah memanas akibat tragedi Mina, di mana Iran menuding otoritas Saudi lalai dan tidak kompeten.

Jasad Roknabadi telah diidentifikasi oleh otoritas Saudi. Namun pemeriksaan tambahan akan dilakukan otoritas Iran untuk memastikan apakah benar Roknabadi tewas akibat sesak napas saat tragedi Mina, seperti dituturkan Saudi.

"Jika hasil pemeriksaan di Teheran bertentangan dengan klaim Saudi bahwa saudara saya tewas dalam tragedi Mina, maka kami akan melaporkan via forum internasional," ucap saudara laki-laki Roknabadi, Morteza kepada kantor berita ISNA.

Hingga tahun lalu, Roknabadi menjadi utusan Iran untuk Libanon, pos diplomatik yang sensitif. Libanon merupakan markas kelompok Syiah, Hizbullah yang didukung Iran dan bersekutu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam konflik Suriah. Iran yang didominasi Syiah dan Saudi yang didominasi Sunni sudah sejak lama memiliki hubungan yang tak akur dan negara mendukung pihak berlawanan dalam konflik Suriah, begitu juga dalam konflik di Yaman.

Ketika dilaporkan menghilang, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Marzieh Afkham sebelumnya membantah laporan media Saudi bahwa Roknabadi pergi ke Saudi dengan identitas palsu. "Dia masuk dengan paspor normal untuk menunaikan ibadah haji," tegasnya saat itu.

(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads