"Meski langkah-langkah untuk mempertahankan wilayah kami akan tetap pada tempatnya, Turki akan bekerja sama dengan Rusia dan sekutu-sekutu kami untuk meredakan ketegangan," tulis Davutoglu dalam edisi Jumat ini di media The Times di London, Inggris.
"Penembakan jatuh sebuah jet tak dikenal di wilayah udara Turki bukan merupakan aksi terhadap negara tertentu," imbuhnya seperti dilansir AFP, Jumat (27/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Davutoglu juga menekankan, komunitas internasional harus bersatu untuk menghadapi "musuh bersama". Dituliskannya, jika komunitas internasional malah saling berlawanan, maka satu-satunya pemenang adalah kelompok ISIS.
"Fokusnya harusnya mengatasi, menghadapi ancaman internasional yang ditimbulkan Daesh (nama lain ISIS), mengamankan masa depan Suriah dan mencari solusi atas krisis pengungsi saat ini," kata Davutoglu.
Pemerintah Rusia sebelumnya telah bersumpah akan mengambil langkah-langkah pembalasan terhadap perekonomian Turki sebagai respons atas penembakan pesawat perangnya oleh jet tempur F-16 Turki.
(ita/ita)











































