Turki Ingin Redakan Ketegangan dengan Rusia Usai Penembakan Pesawat

Turki Ingin Redakan Ketegangan dengan Rusia Usai Penembakan Pesawat

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 27 Nov 2015 17:53 WIB
Turki Ingin Redakan Ketegangan dengan Rusia Usai Penembakan Pesawat
Foto: REUTERS/Reuters TV/Haberturk TV
Ankara, - Perdana Menteri (PM) Turki Ahmet Davutoglu menyatakan pemerintahnya berupaya meredakan ketegangan dengan Moskow, terkait penembakan pesawat perang Rusia di perbatasan Suriah. Dia pun menyerukan adanya persatuan untuk memerangi kelompok radikal ISIS.

"Meski langkah-langkah untuk mempertahankan wilayah kami akan tetap pada tempatnya, Turki akan bekerja sama dengan Rusia dan sekutu-sekutu kami untuk meredakan ketegangan," tulis Davutoglu dalam edisi Jumat ini di media The Times di London, Inggris.

"Penembakan jatuh sebuah jet tak dikenal di wilayah udara Turki bukan merupakan aksi terhadap negara tertentu," imbuhnya seperti dilansir AFP, Jumat (27/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan ini sejalan dengan statemen pemerintah Turki sebelumnya, bahwa saat insiden penembakan, militer Turki tidak tahu jika pesawat tempur yang ditembaknya itu adalah milik Rusia.

Davutoglu juga menekankan, komunitas internasional harus bersatu untuk menghadapi "musuh bersama". Dituliskannya, jika komunitas internasional malah saling berlawanan, maka satu-satunya pemenang adalah kelompok ISIS.

"Fokusnya harusnya mengatasi, menghadapi ancaman internasional yang ditimbulkan Daesh (nama lain ISIS), mengamankan masa depan Suriah dan mencari solusi atas krisis pengungsi saat ini," kata Davutoglu.

Pemerintah Rusia sebelumnya telah bersumpah akan mengambil langkah-langkah pembalasan terhadap perekonomian Turki sebagai respons atas penembakan pesawat perangnya oleh jet tempur F-16 Turki.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads