Rusia-Turki Bersitegang, China Serukan Tetap Tenang

Rusia-Turki Bersitegang, China Serukan Tetap Tenang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 27 Nov 2015 16:37 WIB
Rusia-Turki Bersitegang, China Serukan Tetap Tenang
Foto: Mindra Purnomo
Beijing, - Pemerintah China menyerukan semua pihak untuk tetap tenang di tengah meningkatnya ketegangan terkait penembakan pesawat Rusia oleh jet tempur Turki. China pun mengajak komunitas internasional untuk berkoordinasi dalam perang melawan teror guna menghindari terulangnya insiden serupa.

"Sebuah pesawat Rusia telah ditembak jatuh dan seorang pilot tewas -- ini insiden yang disayangkan dan kami menyatakan bersimpati," demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri China dalam statemen singkat di situsnya, seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (27/11/2015).

Ditambahkan kementerian, melawan terorisme merupakan tugas mendesak bagi komunitas internasional untuk dihadapi bersama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pihak-pihak terkait harus meningkatkan komunikasi guna menghindari eskalasi situasi lebih jauh," demikian statemen kementerian.

"Komunitas internasional harus sungguh-sungguh memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam memerangi terorisme guna menghindari insiden seperti ini terjadi kembali," tandas kementerian.

Penembakan pesawat Rusia ini menjadi salah satu insiden paling serius antara Turki, yang merupakan negara anggora NATO dengan Rusia dalam setengah abad terakhir. NATO sendiri telah menyatakan dukungannya untuk Turki, sembari menyerukan semua pihak tetap tenang.

Versi otoritas Rusia menyebut, pesawatnya diserang ketika masih mengudara di dalam wilayah Suriah, atau sekitar 1 kilometer dari perbatasan. Presiden Vladimir Putin bahkan mengingatkan soal konsekuensi serius pada hubungan kedua negara usai insiden ini. Tidak hanya itu, Putin juga menyebut Turki telah menikam Rusia dari belakang serta menyebut Turki sebagai kaki tangan teroris.

Namun dalam suratnya kepada Dewan Keamanan PBB, Turki menyatakan pesawat Rusia itu ditembak jatuh di wilayah udaranya. Turki menyebut ada dua pesawat, yang saat itu tidak diketahui asal negaranya, masuk ke dalam wilayah udara Turki selama 17 detik. Peringatan pun telah diberikan agar pesawat-pesawat itu berputar arah, bahkan disebut ada 10 kali peringatan dalam waktu 5 menit.
(ita/ita)


Berita Terkait