Seperti dilansir media Inggris, Guardian, Kamis (26/11/2015), dari suara dalam rekaman tersebut bisa didengar peringatan untuk mengubah arah pesawat. "Change your heading", demikian bunyi peringatan dalam rekaman audio Turki tersebut.
Rekaman audio ini dirilis Turki beberapa jam setelah pilot Rusia yang selamat dalam serangan itu, menyatakan bahwa tak ada peringatan dari Turki sebelum penembakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut disampaikan Murakhtin usai diselamatkan pasukan khusus Rusia dan pasukan Suriah setelah melontarkan diri keluar dari pesawatnya. Sedangkan seorang pilot Rusia lainnya dilaporkan tewas ditembak pemberontak Suriah setelah mendarat dengan parasutnya.
Pilot Rusia itu juga membantah telah melintasi wilayah udara Turki. "Saya bisa melihat dengan sangat jelas di map dan di lapangan soal dimana perbatasan dan dimana posisi kami," tutur Murakhtin.
Penembakan pesawat Rusia ini menjadi salah satu insiden paling serius antara Turki, yang merupakan negara anggora NATO dengan Rusia dalam setengah abad terakhir. NATO sendiri telah menyatakan dukungannya untuk Turki, sembari menyerukan semua pihak tetap tenang.
Versi otoritas Rusia menyebut, pesawatnya diserang ketika masih mengudara di dalam wilayah Suriah, atau sekitar 1 kilometer dari perbatasan. Presiden Vladimir Putin bahkan mengingatkan soal konsekuensi serius pada hubungan kedua negara usai insiden ini. Tidak hanya itu, Putin juga menyebut Turki telah menikam Rusia dari belakang serta menyebut Turki sebagai kaki tangan teroris.
Namun dalam suratnya kepada Dewan Keamanan PBB, Turki menyatakan pesawat Rusia itu ditembak jatuh di wilayah udaranya. Turki menyebut ada dua pesawat, yang saat itu tidak diketahui asal negaranya, masuk ke dalam wilayah udara Turki selama 17 detik. Peringatan pun telah diberikan agar pesawat-pesawat itu berputar arah, bahkan disebut ada 10 kali peringatan dalam waktu 5 menit.
(ita/ita)











































