Turki Rilis Rekaman Audio Peringatan Sebelum Tembak Pesawat Rusia

Turki Rilis Rekaman Audio Peringatan Sebelum Tembak Pesawat Rusia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 26 Nov 2015 12:31 WIB
Turki Rilis Rekaman Audio Peringatan Sebelum Tembak Pesawat Rusia
Foto: REUTERS/Reuters TV/Haberturk TV
Ankara, - Militer Turki bersikeras telah mengeluarkan peringatan sebelum menembak jatuh pesawat tempur Rusia di dekat perbatasan Suriah. Turki pun merilis rekaman audio tentang peringatan yang diberikan oleh jet tempur F-16 kepada pesawat Su-24 Rusia.

Seperti dilansir media Inggris, Guardian, Kamis (26/11/2015), dari suara dalam rekaman tersebut bisa didengar peringatan untuk mengubah arah pesawat. "Change your heading", demikian bunyi peringatan dalam rekaman audio Turki tersebut.

Rekaman audio ini dirilis Turki beberapa jam setelah pilot Rusia yang selamat dalam serangan itu, menyatakan bahwa tak ada peringatan dari Turki sebelum penembakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tak ada peringatan, baik lewat komunikasi radio maupun secara visual. Tak ada kontak sama sekali," cetus pilot Rusia bernama Konstantin Murakhtin kepada para wartawan Rusia di pangkalan militer Rusia di Suriah, seperti dilansir The Wall Street Journal, Kamis (26/11/2015).

Hal tersebut disampaikan Murakhtin usai diselamatkan pasukan khusus Rusia dan pasukan Suriah setelah melontarkan diri keluar dari pesawatnya. Sedangkan seorang pilot Rusia lainnya dilaporkan tewas ditembak pemberontak Suriah setelah mendarat dengan parasutnya.

Pilot Rusia itu juga membantah telah melintasi wilayah udara Turki. "Saya bisa melihat dengan sangat jelas di map dan di lapangan soal dimana perbatasan dan dimana posisi kami," tutur Murakhtin.

Penembakan pesawat Rusia ini menjadi salah satu insiden paling serius antara Turki, yang merupakan negara anggora NATO dengan Rusia dalam setengah abad terakhir. NATO sendiri telah menyatakan dukungannya untuk Turki, sembari menyerukan semua pihak tetap tenang.

Versi otoritas Rusia menyebut, pesawatnya diserang ketika masih mengudara di dalam wilayah Suriah, atau sekitar 1 kilometer dari perbatasan. Presiden Vladimir Putin bahkan mengingatkan soal konsekuensi serius pada hubungan kedua negara usai insiden ini. Tidak hanya itu, Putin juga menyebut Turki telah menikam Rusia dari belakang serta menyebut Turki sebagai kaki tangan teroris.

Namun dalam suratnya kepada Dewan Keamanan PBB, Turki menyatakan pesawat Rusia itu ditembak jatuh di wilayah udaranya. Turki menyebut ada dua pesawat, yang saat itu tidak diketahui asal negaranya, masuk ke dalam wilayah udara Turki selama 17 detik. Peringatan pun telah diberikan agar pesawat-pesawat itu berputar arah, bahkan disebut ada 10 kali peringatan dalam waktu 5 menit.

(ita/ita)


Berita Terkait