"Kami ingin para teroris dan militan menjauh dari perbatasan Turki, tapi sayangnya mereka cenderung berkumpul di wilayah Suriah yang dekat dengan perbatasan Turki," ujar juru bicara Istana Kepresidenan Rusia atau Kremlin, Dmitry Peskov kepada wartawan setempat, seperti dilansir Reuters, Rabu (25/11/2015).
"Operasi (Rusia) akan terus berlanjut, tanpa keraguan," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tangkapan gambar ketika pesawat tempur Rusia ditembak jatuh (REUTERS/Reuters TV/Haberturk TV) |
Dalam penjelasannya, otoritas Rusia menyatakan pesawat tempur Su-24 itu sedang menjalankan misi melawan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah. Disebutkan pesawat itu tengah terbang di atas wilayah Latakia, Suriah, yang diyakini menjadi lokasi berkumpulnya militan ISIS yang menjadi target Rusia.
Presiden Vladimir Putin bahkan menyatakan pesawat itu tidak memberikan ancaman kepada Turki. Saat itu menurutnya pesawat tetap berada di dalam wilayah Suriah. Namun otoritas Turki memiliki keyakinan berbeda, yakni pesawat Rusia itu telah melanggar wilayah udara mereka dan berada di dalam wilayah Turki selama 17 detik.
Turki menyatakan, pesawat itu ditembak jatuh oleh jet tempur F-16 milik mereka, setelah mengabaikan 10 kali peringatan yang diberikan dalam waktu 5 menit. Turki menegaskan pihaknya telah memberikan peringatan agar pesawat itu beputar arah dan keluar dari wilayah Turki, namun diabaikan.
Ilustrasi pesawat tempur Rusia jenis Su-24 (REUTERS/Ministry of Defence of the Russian Federation/Handout via Reuters) |












































Tangkapan gambar ketika pesawat tempur Rusia ditembak jatuh (REUTERS/Reuters TV/Haberturk TV)
Ilustrasi pesawat tempur Rusia jenis Su-24 (REUTERS/Ministry of Defence of the Russian Federation/Handout via Reuters)