Bersama dua orang lainnya, salah satunya wanita, Abaaoud tewas dalam penggerebekan pada Rabu (18/11). Belakangan diungkapkan bahwa Abaaoud akan mendalangi bom bunuh diri bersama seorang kaki tangannya, beberapa hari setelah teror Paris yang terjadi pada 13 November lalu.
"Dua teroris berencana meledakkan diri mereka pada 18 November atau 19 November di La Defense," terang jaksa wilayah Paris, Francois Molins, seperti dilansir Bloomberg, Rabu (25/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdelhamid Abaaoud (REUTERS/Social Media Website via Reuters) |
Dituturkan jaksa Molins, Abaaoud sempat kembali ke beberapa lokasi teror Paris sesaat usai serangan terjadi pada 13 November lalu. Menurut Molins, Abaaoud terekam kamera CCTV keluar dari salah satu stasiun kereta bawah tanah. Sinyal telepon genggam Abaaoud juga terdeteksi ada di distrik 10, distrik 11 dan distrik 12 di Paris, termasuk di dekat gedung konser Bataclan, antara pukul 22.28 hingga 00.28 waktu setempat.
Otoritas Prancis menduga Abaaoud juga terlibat dalam rencana serangan di kereta peluru Paris pada Agustus lalu dan rencana serangan terhadap sebuah gereja di Prancis pada April. Kedua rencana serangan itu berhasil digagalkan.
Sementara itu, satu tersangka teror Paris lainnya, Salah Abdeslam, dinyatakan jaksa Molins, masih buron. Perburuan terhadap Abdeslam yang diyakini seharusnya ikut meledakkan diri pada 13 November lalu ini, juga dilakukan oleh otoritas Belgia.
Salah Abdeslam (REUTERS) |












































Abdelhamid Abaaoud (REUTERS/Social Media Website via Reuters)
Salah Abdeslam (REUTERS)