Usai Teror Paris, PM Prancis Serukan Uni Eropa Batasi Jumlah Migran

Usai Teror Paris, PM Prancis Serukan Uni Eropa Batasi Jumlah Migran

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 25 Nov 2015 13:57 WIB
Usai Teror Paris, PM Prancis Serukan Uni Eropa Batasi Jumlah Migran
Ilustrasi (REUTERS/Laszlo Balogh)
Paris - Perdana Menteri Prancis Manuel Valls menyerukan Uni Eropa untuk membatasi aliran migran yang masuk ke wilayahnya. Seruan ini muncul di tengah semakin meningkatnya kekhawatiran keamanan di antara negara-negara Eropa usai serangan teror Paris.

"Eropa harus tegas menyatakan tidak mampu lagi mengakomodasi begitu banyak imigran, sungguh tidak mungkin," ucap Manuel Valls di sela-sela acara makan siang bersama media asing yang dipublikasikan oleh media Jerman, Suddeutsche Zeitung, dan dilansir AFP, Rabu (25/11/2015).

"Mengendalikan perbatasan terluar Uni Eropa menjadi hal penting bagi Uni Eropa itu sendiri. Jika kita tidak melakukan hal itu, orang akan berkata: 'Cukup, Eropa!'" imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Valls mendorong negara-negara Eropa untuk melindungi wilayah masing-masing dengan menangani krisis imigran pada akarnya. Dia juga meminta negara Eropa memastikan jutaan orang yang mengungsi dari Suriah, ditangani oleh negara-negara yang berbatasan langsung dengan negara tersebut.

"Eropa harus mencari cara untuk memastikan agar imigran ditangani oleh negara-negara yang berbatasan dengan Suriah. Jika sebaliknya, kemampuan Eropa untuk mengontrol perbatasannya secara efektif akan dipertanyakan," sebutnya.

Selama beberapa bulan terakhir, Eropa berjuang menangani aliran imigran besar-besaran ke wilayahnya. Kekhawatiran soal keamanan semakin meningkat sejak serangan teror Paris yang diklaim oleh kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menewaskan 130 orang pada pertengahan bulan ini.

Pekan lalu, otoritas Uni Eropa sepakat untuk mempercepat reformasi zona bebas paspor Schengen hingga akhir tahun ini, dalam pertemuan di Brussels, Belgia. Prancis sendiri mengusulkan rancangan kontroversial soal pengumpulan data penumpang pesawat. Sedangkan Komisi Eropa, pekan ini, telah mengadopsi kerangka hukum soal pemberian bantuan finansial kepada Turki untuk menangani jutaan pengungsi Suriah di wilayahnya.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads