Kini kawasan konservasi penguin, Penguin Parade, itu diserahkan dan dikelola Phillip Island, organisasi nirlaba yang independen yang mendanani dirinya sendiri untuk konservasi dan riset kehidupan alam liar di Phillip Island.
"Kami mandiri dan organisasi nirlaba, segala pendapatan turisme ini dikembalikan lagi pada upaya konservasi, bagaimana menjaga kehidupan liar ini dengan alami," tutur CEO Phillip Island, Matthew Jackson, yang diwawancara detikcom dan RCTI -- atas undangan Australia Plus ABC International -- di arena Penguin Parade pada September 2015 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Foto: Dokumentasi Phillip Island Nature Park) |
"Kami tak akan membiarkan turis datang tanpa berkontribusi bagi konservasi, jadi kami akan menutup lingkaran ini, mendanai turisme, mendanai konservasi. Tak banyak aktivitas, tapi konservasi," tegas Matthew.
Selain kegiatan konservasi, kegiatan riset juga akan dipertahankan. Riset dan konservasi diperlukan untuk menjadi organisasi riset alam liar di tingkat dunia.
"Itu core business kami, konservasi, kami akan membangun pemantau penguin di masa depan," tuturnya.
Matthew menambahkan bahwa pihaknya merupakan salah satu organisasi yang sangat ahli dalam spesies little penguin alias penguin kecil.
Area konservasi penguin (Foto: Nograhany WK) |
"Program riset kami di Phillip Island sudah berlangsung selama 45 tahun, untuk memantau populasi penguin. Kami menghabiskan jutaan dollar per tahun yang kami dapat dari kegiatan turisme untuk memastikan keberlangsungan hidup penguin," jelas dia.
Menjaga keseimbangan antara kegiatan turisme dan konservasi alam memang menjadi tantangan. Namun dengan siklus semua uang dari kegiatan pariwisata dikembalikan lagi ke kegiatan penelitian dan konservasi.
Turis mengunjungi Penguin Parade di Phillip Island (Foto: Nograhany WK) |
"Kami sangat punya keseimbangan. Kami habiskan AU$ 4 juta (Rp 40 miliar) per tahun untuk dikembalikan menjaga lingkungan dengan pakar yang sangat ahli dan peneliti yang memiliki pengalaman 20 tahun lebih. Kami memastikan bahwa lingkungan itu tidak dipakai berlebihan. Kami punya studi panjang, keahlian, untuk melakukan ekoturisme kelas dunia," jelas Matthew.
Ditambahkan peneliti biologi kelautan Phillip Island Dr Duncan Sutherland bahwa ada ketergantungan yang saling menguntungkan antara pendapatan dari pariwisata dengan konservasi penguin.
Peneliti biologi kelautan Dr Duncan Sutherland (Foto: Nograhany WK) |
"Itu membutuhkan satu sama lain dan itu sangat sukses di sini," tutur Duncan.
Baca terus fokus Jelajah Australia, dan ikuti Hidden Quiz-nya!
Halaman 2 dari 1











































(Foto: Dokumentasi Phillip Island Nature Park)
Area konservasi penguin (Foto: Nograhany WK)
Turis mengunjungi Penguin Parade di Phillip Island (Foto: Nograhany WK)
Peneliti biologi kelautan Dr Duncan Sutherland (Foto: Nograhany WK)