Seperti dilansir kantor berita Rusia, TASS, Rabu (25/11/2015), unjuk rasa ini digelar pada Selasa (24/11) waktu setempat. Beberapa demonstran membawa poster bertuliskan 'Tikaman dari belakang' dan 'Tidak akan pergi ke Turki' sebagai bentuk protes atas aksi Turki.
"Serangan terhadap jet militer Rusia membuat saya marah. Saya ingin mengatakan kepada otoritas Turki, bahwa mereka harus bertanggung jawab atas setiap tindakannya," ujar salah satu demonstran di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas keamanan di Kedubes Turki di Moskow (REUTERS/Maxim Shemetov) |
Secara terpisah, seorang sumber dari misi diplomatik Turki menuturkan kepada TASS, pengamanan di Kedutaan Besar Turki di Moskow telah ditingkatkan. Sumber ini menyebut, beberapa pengawal tambahan dikerahkan menjaga kantor kedutaan ini.
"Turki, apakah kalian mendukung atau melawan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria)?" tulis salah satu demonstran dalam bahasa Rusia seperti dilaporkan Russia Today.
Otoritas Turki dan Rusia memberikan pernyataan yang bertentangan terkait insiden yang terjadi Selasa (24/11) di perbatasan Suriah tersebut. Dalam pernyataannya, Turki menyatakan pesawat Rusia itu telah melanggar wilayah udara Turki sehingga ditembak jatuh. Bahkan Turki menyatakan telah memberikan peringatan hingga 10 kali dalam waktu 5 menit terhadap pesawat Rusia itu soal pelanggaran wilayah udara.
Kementerian Pertahanan Rusia membantah pernyataan Turki dengan menyatakan, data pengawasan mereka jelas menunjukkan pesawat Su-24 itu tidak melanggar wilayah udara Turki. Otoritas Rusia telah mengirimkan nota protes secara resmi kepada Turki melalui atase militer mereka.
REUTERS/Reuters TV/Haberturk TV |












































Petugas keamanan di Kedubes Turki di Moskow (REUTERS/Maxim Shemetov)
REUTERS/Reuters TV/Haberturk TV