Selain Beli Rumah Warga Jaga Penguin, Victoria Juga 'Basmi' Predatornya

Jelajah Australia

Selain Beli Rumah Warga Jaga Penguin, Victoria Juga 'Basmi' Predatornya

Nograhany Widhi K - detikNews
Rabu, 25 Nov 2015 12:00 WIB
Selain Beli Rumah Warga Jaga Penguin, Victoria Juga Basmi Predatornya
Foto: Nograhany WK
Phillip Island - Pemerintah Negara bagian Victoria di Australia membeli rumah-rumah warga untuk mengembalikan habitat penguin seperti aslinya. Selain itu juga mengenyahkan predator-predatornya. Apa saja?

Petugas Media dan Komunikasi Phillip Island, Roland Pick, mengatakan predator penguin itu adalah elang dan biasanya memangsa pada malam hari.

"Biasanya predator terbesar ada di malam hari, elang. Itu kenapa penguin pada siang hari pilih ke laut atau di barak ini. Kembali malam hari, supaya tidak kelihatan predator. Kebanyakan predator dari langit," tutur Roland kala diwawancara detikcom dan RCTI atas kerja samaΒ Australia Plus ABC International di arena Penguin Parade, Phillip Island, September 2015 lalu. Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan peneliti biologi kelautan Phillip Island Dr Duncan Sutherland mengatakan untuk mengembalikan habitat penguin, pihak Phillip Island tak mengizinkan segala hewan peliharaan berkeliaran di pulau itu.

(Foto: Nograhany WK)


"Seperti anjing, kucing di wilayah penguin, semua dibersihkan dan dikembalikan hanya untuk konservasi penguin," jelas Duncan di lokasi yang sama.

Predator yang paling mengancam penguin, ungkap Duncan, adalah rubah merah. Spesies rubah merah itu bukan spesies asli Phillip Island melainkan spesies introduksi sejak 100 tahun lalu. Duncan menjelaskan seekor rubah merah bisa memangsa 40 penguin semalam.

"Kami adakan program pemberantasan rubah merah di Phillip Islands," tuturnya.

Selain itu tantangan di masa depan adalah mengelola jumlah populasi penguin, memastikan ketersediaan makanan di laut dengan menjaga ekosistem laut, dan menjaga sarangnya di darat.

(Foto: Nograhany WK)


"Kami memastikan ekosistem laut bersih dari polusi, dari tumpahan minyak, sampah plastik dan illegal fishing. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati," jelas dia.

Dengan membersihkan predator dan menjaga ekosistem laut, konservasi penguin sukses menambah jumlah populasi.

"Monitoring beberapa dekade, populasi meningkat dari sekitar 12 ribu ekor dari tahun 1980 menjadi 30 ribuan ekor sekarang. Berlipat ganda secara fantastik," tutur Duncan.

Bagaimana dengan perubahan iklim?

"Perubahan iklim itu membuat air jadi lebih hangat, musim kawin jadi lebih dini, lebih bagus bagi populasi. Jadi ada keuntungan bagi spesies little penguin, tapi kami tak tahu apa efeknya di masa yang akan datang. Mungkin bisa jadi malapetaka," tandas dia.



Baca terus fokusΒ 
Jelajah Australia, dan ikutiΒ Hidden Quiz-nya!
Halaman 2 dari 1
(nwk/nrl)


Berita Terkait