Waduh! Pria AS Dinyatakan Tak Bersalah Setelah 16 Tahun Dipenjara

Waduh! Pria AS Dinyatakan Tak Bersalah Setelah 16 Tahun Dipenjara

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 24 Nov 2015 16:43 WIB
Waduh! Pria AS Dinyatakan Tak Bersalah Setelah 16 Tahun Dipenjara
Luis Vargas (REUTERS/Francine Orr/Pool)
Los Angeles - Seorang pria di Los Angeles, Amerika Serikat dibebaskan dan dinyatakan tidak bersalah atas dakwaan pemerkosaan setelah 16 tahun mendekam di penjara. Hal ini setelah bukti DNA membersihkannya dari keterlibatan dalam kasus ini.

Hakim Los Angeles memerintahkan pembebasan Luis Vargas (46) dari penjara negara bagian setempat, setelah sidang pencabutan vonis digelar di Los Angeles Superior Court pada Senin (23/11) waktu setempat. Demikian seperti dilansir Reuters, Selasa (24/11/2015).

Namun demikian, Vargas tidak bisa langsung menghirup udara bebas, karena dia masih terjerat masalah imigrasi sehingga akan dipindahkan ke penjara federal sementara penyelidikan imigrasi berlangsung. Vargas yang pemegang green card ini memiliki status permanent resident di AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya senang tapi saya sedih karena saya tidak bisa membawanya pulang. Saya yakin ayah saya tidak bersalah sejak dia memberitahu saya bahwa dia tidak bersalah," ucap putri Vargas, Crystal, di luar pengadilan.

Crystal berumur 10 tahun ketika Vargas dinyatakan bersalah atas dakwaan pemerkosaan pada tahun 1999 lalu dan dijatuhi vonis 55 tahun penjara hingga penjara seumur hidup. Hakim William Ryan mencabut vonis yang dijatuhkan kepada Vargas berdasarkan bukti DNA yang diambil dari celana pendek dan celana dalam salah satu dari tiga korban. Bukti DNA itu menunjukkan Vargas bukanlah pelaku pemerkosaan.

Analisis DNA itu dilakukan atas permintaan California Innocence Project yang berargumen bahwa saat itu Vargas divonis bersalah atas dasar keterangan saksi mata yang keliru, yakni karena Vargas memiliki tato mirip dengan pemerkosa berantai 'Teardrop Rapist' yang memiliki tato berbentuk air mata menetes dari mata sebelah kiri.

"Identifikasi saksi mata yang buruk merupakan salah satu penyebab penjatuhan vonis yang salah dalam kasus ini. Inilah saatnya bagi dia (Vargas) untuk kembali pada keluarga dan kehidupannya. Semoga bukti baru ini bisa membantu polisi menangkap pelaku yang sebenarnya," ucap Direktur California Innocence Project, Justin Brooks.

Pada 15 Juni 1999, Vargas tetap divonis bersalah meskipun ada satu keterangan saksi mata yang meringankannya, yang menyebut Vargas tengah berada di tempat kerjanya di sebuah toko bagel setempat pada saat pemerkosaan terjadi. (nvc/ita)


Berita Terkait