"Jelas, tak seorang pun di manapun yang harus hidup dengan kekerasan setiap hari, dengan serangan-serangan di jalanan, dengan pisau, dengan gunting, dengan mobil," ujar Kerry kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (24/11/2015).
Hal itu disampaikan Kerry sebelum melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem.
"Dan sangat jelas bagi kami bahwa terorisme, aksi-aksi terorisme ini, patut mendapat kecaman dan hari ini saya menyampaikan kecaman penuh saya atas setiap aksi teror yang merenggut nyawa orang-orang tak bersalah," tegasnya.
Selain menggelar pertemuan dengan Netanyahu, Kerry juga akan bertatap muka dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas. Lawatan ini dilakukan Kerry di tengah gelombang kekerasan di Tepi Barat, Yerusalem dan wilayah lainnya sejak 1 Oktober lalu.
Sejauh ini, rangkaian kekerasan tersebut telah menewaskan setidaknya 92 warga Palestina, serta 17 warga Israel, seorang warga Amerika dan seorang warga Eritrea.
Lebih dari separuh warga Palestina yang tewas merupakan pelaku penyerangan, sementara lainnya adalah mereka yang tewas ditembak saat demonstrasi dan bentrokan dengan aparat keamanan Israel, termasuk di sepanjang perbatasan Gaza. (ita/ita)











































