Dalam pidato keamanan nasional di depan parlemen Australia, Turnbull menyerukan peningkatan pertukaran intelijen dengan para pemimpin negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia dan Singapura. Negara-negara tersebut kerap dikunjungi warga Australia.
"Dari perspektif Australia, kami melihat risiko nyata bahwa kelompok-kelompok teroris di wilayah tersebut bisa terinspirasi oleh serangan-serangan seperti yang telah kita lihat di Ankata, Beirut, Bamako dan Paris dan kami sangat sadar akan fakta bahwa ratusan ribu warga Australia mengunjungi Asia Tenggara setiap tahun," tutur Turnbull seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (24/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Australia saat ini terus melakukan serangan-serangan udara terhadap kelompok ISIS sebagai bagian dari koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat. Hal ini membuat Australia terancam untuk mendapat serangan balasan dari kelompok radikal itu.
Ditegaskan Turnbull, saat ini tak ada rencana untuk mengubah taktik militer Australia terhadap ISIS, meskipun sejumlah politisi menyerukan agar pasukan tempur dikirim ke Suriah. (ita/ita)










































