Tidak disebut lebih lanjut tersangka yang dimaksud oleh Belgia. Namun diketahui bahwa saat ini otoritas Belgia tengah melakukan perburuan besar-besaran terhadap Salah Abdeslam yang diyakini terlibat dalam teror Paris pada 13 November lalu.
Disampaikan Kementerian Dalam Negeri Maroko, seperti dilansir AFP, Selasa (24/11/2015), Raja Belgia Philippe telah meminta bantuan dari otoritas Maroko saat berbicara melalui telepon dengan Raja Maroko Mohamed VI. Menurut Kementerian Dalam Negeri Maroko, percakapan telepon itu membahas kerjasama erat di sektor intelijen dan keamanan antara Belgia dan Maroko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permintaan ini sama seperti ketika intelijen Maroko membantu otoritas Prancis melacak militan asal Belgia, Abdelhamid Abaaoud, yang mendalangi teror Paris yang menewaskan 130 orang. Abaaoud merupakan warga negara Belgia keturunan Maroko.
Selang beberapa hari usai serangan, Maroko memberitahu Prancis soal pergerakan Abaaoud di Yunani sebelum serangan terjadi. Dengan bantuan informasi dari Maroko dan beberapa informasi intelijen lainnya, kepolisian Prancis berhasil mendeteksi keberadaan Abaaoud di sebuah apartemen di wilayah Saint Denis, pinggiran Paris. Penggerebekan besar-besaran dilakukan pada Rabu (18/11) dan berhasil menewaskan Abaaoud.
Sejauh ini, Belgia telah mengadili empat orang terkait teror Paris, termasuk dua orang yang dicurigai membantu buronan Abdeslam melarikan diri dari Prancis ke Belgia, usai teror Paris terjadi. Abdeslam diketahui merupakan warga negara Prancis kelahiran Brussels, Belgia.
Kini, Belgia dalam kondisi siaga tinggi sementara perburuan terhadap Abdeslam terus dilakukan. Belgia diketahui merupakan tempat tinggal bagi komunitas warga asal Maroko yang jumlahnya diperkirakan mencapai 500 ribu orang. (nvc/ita)











































