Seperti dilansir Reuters, Selasa (24/11/2015), sabuk peledak itu ditemukan di lokasi dekat temuan sinyal telepon genggam milik Abdeslam terdeteksi pada malam serangan teror Paris, 13 November lalu, di Chatillon, Paris bagian selatan. Kakak laki-laki Salah, Brahim Abdeslam, tewas meledakkan diri.
Dituturkan seorang sumber yang memahami penyelidikan, sinyal telepon genggam Abdeslam terdeteksi ada di lokasi distrik 18 Paris beberapa saat usai serangan, tepatnya di dekat sebuah mobil merek Renault Clion, yang belakangan diketahui memang disewa Abdeslam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dugaan baru pun bermunculan, salah satunya bahwa Abdeslam seharusnya ikut meledakkan diri seperti pelaku lain di distrik 18, namun dia membatalkan rencana itu pada menit-menit terakhir. Meskipun tidak diketahui pasti alasan pembatalan serangan itu.
"Dugaan sementara, dia (Abdeslam) membatalkan (serangan), datang dari orang-orang yang membawanya kembali (ke Belgia). Tapi kami tidak tahu kenapa. Mungkin dia mengalami masalah teknis dengan sabuk peledaknya," tutur sumber kepolisian setempat.
Usai membatalkan rencananya, Abdeslam diduga bergerak ke Belgia dengan dibantu dua rekannya. Kini, Abdeslam tengah menjadi fokus perburuan besar-besaran otoritas Belgia.
Sementara itu, dilaporkan media Inggris, express.co.uk, penyidik menemukan sabuk peledak itu di tempat sampah di Montrouge, Paris bagian selatan. "Sabuk itu ditemukan di tempat sampah dan disebut sangat mirip dengan yang dikenakan teroris Paris," sebut sumber kepolisian setempat lainnya.
Polisi Prancis berjaga usai temuan sabuk peledak (REUTERS/Eric Gaillard) |











































Polisi Prancis berjaga usai temuan sabuk peledak (REUTERS/Eric Gaillard)