Terduga itu ditangkap dalam serbuan polisi di Belgia pada Minggu malam kemarin bersama dengan 15 orang lainnya. Namun 15 orang lainnya itu kemudian dilepaskan tanpa tuduhan, demikian dilansir AFP, Selasa (24/11/2015).
"Hakim investigasi ini memiliki spesialisasi dalam kasus terorisme dan telah menempatkan seorang pria yang ditangkap dalam operasi itu dalam tahanan. Dia didakwa berpartisipasi dalam aktivitas kelompok teroris dan serangan teroris (Paris)," ucap kantor jaksa dalam sebuah pernyataan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mohammed Amri (27) dan Hamza Attou (20) telah didakwa pada Senin kemarin dengan dugaan membantu penyerang di Paris, Salah Abdeslam yang kabur ke Belgia. Namun orang ketiga yang tidak disebutkan namanya itu juga didakwa dalam keterlibatannya terkait serangan di Paris.
Pria itu disebut membantu Salah ketika dia kabur menuju ke Belgia. Sebelumnya, kepolisian Belgia menangkap 16 orang dalam operasi terkait serangan teror Paris. Namun operasi ini gagal menemukan buronan tersangka Salah Abdeslam yang berperan penting dalam teror 13 November lalu.
Operasi ini melibatkan 19 penggerebekan di sejumlah wilayah, termasuk Molenbeek yang menjadi kampung halaman beberapa pelaku teror Paris. Fokus utama penggerebekan ini ialah mencari Salah Abdeslam, salah satu pelaku yang masih buron.
Dalam operasi yang digelar Minggu (22/11) malam waktu setempat ini, polisi sempat menembaki sebuah kendaraan di Brussels. Satu orang yang ada di dalam mobil mengalami luka-luka akibat tembakan itu dan ditangkap polisi, meskipun tak diketahui pasti apakah dia terlibat teror Paris.
Tiga rumah lainnya di wilayah Charleroi, Brussels bagian selatan, juga digerebek polisi terkait operasi ini. Namun tidak ada temuan bom maupun senjata dari rumah-rumah yang dicurigai tersebut.
"Kami bisa menekankan bahwa tidak ada senjata maupun peledak yang ditemukan. Abdeslam Salah tidak ditemukan saat penggerebekan," tutur jaksa Eric Van Der Sypt dalam konferensi pers kepada media setempat.
(dhn/dhn)











































