Kepolisian Israel, pekan lalu, menangkap enam warga Israel keturunan Arab atas kecurigaan berniat pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Penangkapan tersebut terjadi setelah insiden paralayang pada Oktober lalu, ketika seorang pria berusia 23 tahun masuk ke wilayah Suriah secara ilegal dengan menggunakan paralayang. Paralayang merupakan olahraga terbang bebas dengan menggunakan parasut.
Disampaikan otoritas Israel, seperti dilansir AFP, Senin (23/11/2015), diyakini sekitar 45 warga Israel keturunan Arab telah bergabung dengan ISIS dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa orang dilaporkan tewas dalam pertempuran bersama ISIS. Sedangkan sekitar 10 orang lainnya yang kembali ke Israel, telah ditangkap otoritas setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapa saja yang bergabung ISIS tidak akan menjadi warga negara Israel lagi. Dan jika dia meninggalkan perbatasan negara ini, maka dia tidak akan kembali," imbuhnya.
"Saya pikir pelajaran ini akan menjadi semakin jelas di dunia internasional dan sungguh patut jika kita memimpin upaya ini," ujarnya.
Kekhawatiran terhadap pelaku jihad asing yang pergi ke Suriah untuk bertempur bersama ISIS semakin meningkat sejak serangan teror Paris pada 13 November lalu, yang menewaskan 130 orang. Terlebih beberapa pelaku jihad asing memutuskan kembali ke negara asalnya dan berpotensi melakukan serangan teror di kampung halamannya sendiri. (nvc/ita)











































