Pencurian ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran di Prancis akan kemungkinan serangan kimia atau biologi, menyusul serangan teror di Paris pada 13 November lalu.
Hilangnya pakaian pelindung dari rumah sakit Necker tersebut diketahui pada 18 November lalu. Demikian disampaikan Assistance Publique-Hopitaux de Paris (AP-HP) dalam statemennya seperti dilansir Reuters, Senin (23/11/2015). Laporan mengenai kehilangan itu disampaikan ke kantor polisi setempat keesokan harinya. Namun pihak AP-HP menolak menjelaskan lebih detail mengenai peralatan yang dicuri tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah Sakit Necker biasa menangani para pasien yang diduga menderita virus Ebola. Karenanya, rumah sakit itu memiliki banyak simpanan pakaian pelindung. Tidak disebutkan berapa jumlah pakaian pelindung medis yang hilang dari rumah sakit itu, namun disampaikan AP-HP, jumlahnya terbatas.
Alat pelindung medis tersebut disimpan dalam sebuah ruangan yang dikunci dengan menggunakan kode, namun bisa dimasuki oleh sejumlah orang. Ruangan tersebut selama ini diperiksa sekali dalam setiap minggu. Namun setelah insiden ini, pengamanan dan pemeriksaan di ruangan tersebut ditingkatkan.
(ita/ita)










































