Bersihnya Melbourne! Bagaimana Mengelola Sampahnya?

Jelajah Australia

Bersihnya Melbourne! Bagaimana Mengelola Sampahnya?

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
Senin, 23 Nov 2015 12:41 WIB
Bersihnya Melbourne! Bagaimana Mengelola Sampahnya?
Tempat sampah di arena Melbourne Spring Fashion Week di City Square (Foto: Nograhany WK)
Melbourne - Bila Anda berjalan-jalan di Melbourne negara bagian Victoria, trotoar, ruang terbuka hingga sungai dan pinggir sungainya tampak bersih dari sampah. Bagaimana cara mengelola sampahnya?

"Plastik atau gelas di Victoria sudah masuk sistem daur ulang semua. Kami punya keranjang sampah kuning (untuk barang-barang daur ulang), dari kertas, botol plastik, gelas kaca. Sampah daur ulang kami kini mencapai 66% dari total sampah," jelas Menteri Lingkungan, Perubahan Iklim dan Air Victoria, Lisa Neville.

Lisa diwawancara detikcom dan RCTI yang ke Australia atas undanganΒ Australia Plus ABC International di kantornya di Melbourne, Victoria, September 2015 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan sampah-sampah elektronik seperti TV dan komputer masih menggunakan metode landfill alias penimbunan sampah pada lubang tanah.

"Kami berkomitmen untuk memindahkan sampah dari landfill. Kami merilis paper untuk diskusi bagaimana kami akan melakukan hal itu," imbuh dia. Β 

Manajemen sampah yang baik, imbuhnya, bisa berkontribusi mengurangi emisi karbon. Pengolahan sampah itu bisa berperan pada 2 isu, isu perubahan iklim dan isu kontaminasi.

"Contohnya, beberapa praktik di masa lalu menyebabkan masalah serius pada kontaminasi pada warga yang tinggal dekat landfill itu, butuh kerja masif untuk melindungi komunitas. Landfill yang dibangun di kawasan pantai harus dipikirkan dampak jangka panjangnya," tutur Lisa.

Kawasan Kota Melbourne yang bersih (Foto: Nograhany WK)


Namun, pihaknya akan mencoba terus mencari cara merencanakan dan mengolah sampah, berinvestasi pada teknologi baru untuk mengurangi sampah dengan metode landfill.

"Secara nasional kami sudah sangat sukses memindahkan sampah, dan kami akan melakukan lebih jauh lagi daripada hanya sekadar landfill. Dalam beberapa tahun ke depan, akan ada perbedaan yang signifikan," jelasnya.

Menteri Lingkungan Hidup Victoria Lisa Neville (Foto: Nograhany WK)


Bila di tempat pembuangan sampah di Indonesia masih digunakan incinerator untuk membakar sampah, apakah metode incinerator masih digunakan?

"Tidak. Ya saya ingat saat kecil ada incinerator di belakang halaman rumah. Tapi Anda tak akan melihat itu lagi di halaman belakang orang-orang karena hukum melarangnya. Karena alat itu sangat menimbulkan polusi dan berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang," jawab Lisa.



Baca terus fokusΒ Jelajah Australia, dan ikutiΒ Hidden Quiz-nya!
Halaman 2 dari 1
(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads