Belum diketahui penyebab longsor yang terjadi di Hpakant, daerah pegunungan di bagian utara negara bagian Kachin, yang memproduksi sebagian giok berkualitas terbaik di dunia.
Menurut pejabat-pejabat setempat, sekitar 100 orang diperkirakan masih hilang dalam peristiwa yang terjadi saat para pekerja tambang sedang tidur itu. Jumlah korban jiwa diyakini akan terus bertambah seiring dilanjutkannya kembali upaya pencarian hari Senin ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum tahu berapa banyak persisnya orang-orang yang terkubur (longsor) karena kami tak punya data mengenai orang-orang yang tinggal di sana," ujarnya kepada Reuters, Senin (23/11/2015). "Itu perkampungan kumuh dengan para pekerja tersebut tinggal di tenda-tenda darurat," imbuhnya.
Menurut surat kabar pemerintah Myanmar, Global New Light of Myanmar, para petugas penyelamat telah menemukan 104 jasad ketika upaya pencarian dihentikan sementara pada Minggu (22/11) malam waktu setempat.
Ko Sai, seorang penambang yang berada di kamp dekat lokasi longsor, mengatakan bahwa tanah longsor tersebut terjadi pada Sabtu (21/11) sekitar pukul 3 dini hari ketika para penambang sedang tidur.
Sebagian besar batu giok yang ditambang di Hpakant diyakini telah diselundupkan ke negara tetangga China. Di sana, batu giok tersebut dihargai dengan sangat tinggi. (ita/ita)











































