Dilansir dari AFP, Senin (23/11/2015), Komite Nasional Anti Teror Rusia mengatakan 11 orang tewas dalam operasi pertama di dekat Kota Nalchik. Sementara tiga orang lainnya tewas di daerah yang sama keesokan harinya.
"Mereka semua adalah kelompok bersenjata yang bersumpah setia pada ISIS," kata Komite Nasional Anti Teror Rusia dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Tass.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada kantor berita Interfax, sumber kepolisian menambahkan bahwa salah seorang pemimpin baru dan dua deputi ISIS termasuk dalam orang yang tewas tersebut. Sebuah amunisi juga disita dari lokasi kejadian.
Islam di Kaukasus Utara sebelumnya telah bersatu dibawa suatu naungan bernama Emirat Kaukasus. Namun semakin ke sini, pada bulan Juli, mereka berbondong-bondong menyatakan bergabung dengan kelompok ISIS.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin juga telah berjanji untuk memburu dan memberikan hukum seberat-beratnya kepada dalang di balik serangan bom di Semenanjung Sinai, Mesir yang telah menewaskan 224 orang. Di mana sebagian besar korban merupakan turis Rusia yang sedang berlibur ke kawasan wisata tersebut. (yds/bpn)











































