Serba-serbi Fashion di Acara Balap Kuda Melbourne

Jelajah Australia

Serba-serbi Fashion di Acara Balap Kuda Melbourne

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
Minggu, 22 Nov 2015 10:31 WIB
Serba-serbi Fashion di Acara Balap Kuda Melbourne
Foto: Nograhany WK
Jakarta - Melbourne Spring Racing Carnival merupakan acara tahunan yang digelar di Melbourne. Selain olahraga, acara ini menonjolkan fashion. Bahkan, belanja retail fashion untuk acara ini sangat signifikan.

"Tahun lalu ada 72 ribu fascinator (hiasan rambut atau topi-red) terjual untuk Melbourne Horse Cup," tutur desainer dan pembuat hiasan rambut dan topi, Kim Fletcher, kepada detikcom dan RCTI di Flemington Racecourse, Victoria, Australia yang hadir atas undangan Australia Plus ABC International pada September 2015 lalu.

​Kim Fletcher (Foto: Nograhany WK)
Kim menambahkan pacuan kuda dan gaya busananya ini sebenarnya adalah tradisi Inggris, dan Australia mengikutinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gaya berbusana saat perlombaan biasana menggunakan busana formal menggunakan topi. Ini tak ada hubungannya dengan perlindungan terhadap matahari," ujar Kim yang sudah 22 tahun membuat hiasan rambut dan topi ini.

Menurut Kim, harga hiasan rambut dan topi, buatannya yang paling murah adalah AU$200 (Rp2 juta) dan yang termahal bisa mencapai AU$620 (Rp6,2 juta). Meski terkesan high class, Kim menambahkan bahwa sebenarnya acara dan gaya berbusana ini sangat inklusif.

​Aneka fascinator atau hiasan rambut (Foto: Nograhany WK)

"Di negara muslim, misalnya, banyak yang memakai penutup kepala, hiasan itu bisa dipakai di atas turban. Jadi bisa diadaptasi oleh yang muslimah. Ini sangat inklusif, kami ingin Anda datang ke sini. Tak seperti di Inggris yang sangat berkelas, di sini semua orang bisa datang ke sini, ini seperti pelukan yang besar," tutur Kim.

Soal fashion juga ditekankan oleh Executive General Manager Brand Marketing dan International Development Victoria Racing Club, Lisa Patroni.

"Apa yang membuat Melbourne Cup sangat berbeda dengan event pacuan kuda di seluruh dunia adalah fashion, hiburan dan para pengunjung wanita. Sejumlah ajang pacuan kuda sangat sedikit mendatangkan wanita, tidak seperti di Melbourne Cup yang berlangsung November. Dan ini sangat berbeda dengan event lain di dunia," tuturnya.

Di dalam acara ini, imbuh dia, juga ada workshop ke pengunjung untuk membuat hiasan kepala. "Sejumlah wanita berpakaian bagus dan menandakan sebagai event tahunan di kalender," tutur Lisa.

​(Foto: Nograhany WK)
Ditambahkan Chairman Victoria Racing Club (VRC) Michael Burn, ajang balap pacuan kuda Melbourne Cup tahun lalu menarik 350 ribu orang dari 44 negara yang berbeda. Hal ini menggerakkan perekonomian di bidang pariwisata.

"Kami menghasilkan banyak untuk pariwisata tidak hanya untuk Australia tapi juga untuk luar negeri. Kami memiliki pengunjung dari 44 negara berbeda yang datang ke sini. Menghasilkan keuntungan untuk Australia," tutur Michael.

Menurut data dari situs flemington.com.au, dari studi yang diadakan IER, Melbourne Cup Carnival tahun 2014 menyebabkan:

- Pembelanjaan fashion di Victoria senilai AU$31,4 juta (Rp307 miliar)
- Pembelian 375.938 item fashion, termasuk 75.000 topi atau hiasan rambut, 61.000 gaun, 59.000 pasang sepatu, 30.000 tas tangan, 17.000 kaos, dan 15.000 setelan jas.

Itu dari sisi fashion, dari sisi retail makanan dan minuman serta akomodasi hotel sebagai berikut:

- Ada peningkatan 7 persen pengunjung dari luar negara bagian menjadi 69.296 pengunjung
- Pengunjung dari 43 negara.
- Pengunjung Asia seperti Jepang dan China naik 133%.Β Β  Β 
- AU$28,38 juta yang dibelanjakan untuk akomodasi di Victoria, lebih dari 186.221 tempat tidur untuk menginap.
- AU$20,91 juta yang dibelanjakan untuk minuman dan makanan, AU$13,67 juta yang dibelanjakan untuk retail, dan AU$7,61 juta untuk perawatan.
- Ada 18 ribu staf dan pekerja kontrak dipekerjakan di Flemington kala acara berlangsung. Β 

Baca terus fokus Jelajah Australia, dan ikutiΒ Hidden Quiz-nya!



(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads