Pernyataan itu disampaikan Midjiyawa Bakari, gubernur daerah di Kamerun utara seperti dilansir AFP, Minggu (22/11/2015).
Salah seorang gadis meledakkan diri di rumah seorang pemimpin desa dekat Fotokol, sebuah kota dekat dengan perbatasan Nigeria yang sering menjadi target kelompok Boko Haram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bakari melanjutkan, ada tiga gadis lainnya yang juga meledakkan diri. Tapi ledakannya ketiganya tidak melukai atau membunuh siapapun.
Menurut sumber keamanan Kamerun, keempat gadis pembom bunuh diri ini berusia sekitar 15 tahun.
Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden ini. Tapi pemerintah Kamerun menuding Boko Haram. Kelompok radikal ini diketahui sering menggunakan gadis-gadis muda untuk melakukan aksi bom bunuh diri.
(hri/hri)











































