Ini Teroris Bermata Satu Dalang Penyanderaan di Hotel Mewah Mali

Ini Teroris Bermata Satu Dalang Penyanderaan di Hotel Mewah Mali

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2015 15:32 WIB
Ini Teroris Bermata Satu Dalang Penyanderaan di Hotel Mewah Mali
Mokhtar Belmokhtar (Foto: AFP)
Bamako, - Kelompok militan Al Mourabitoun telah mengklaim mendalangi penyerangan dan penyanderaan di hotel mewah di Bamako. Mali. Kelompok ekstremis yang berafiliasi dengan Al-Qaeda itu dipimpin oleh teroris bermata satu, Mokhtar Belmokhtar.

Belmokhtar bukan nama asing dalam terorisme. Pria Aljazair itu merupakan musuh lama Kanada. Dia telah lama diburu otoritas Kanada karena penyanderaan dua diplomat Kanada di gurun pasir terpencil di Mali utara pada tahun 2008 dan 2009 silam. Dia juga disebut sebagai dalang serangan dan penyanderaan di pabrik gas Aljazair pada tahun 2013. Sebanyak 40 sandera, kebanyakan warga Barat, tewas dalam serangan itu.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/11/2015), Belmokhtar kerap dijuluki dengan berbagai sebutan termasuk "The Uncatchable" dan "Mr Marlboro". Pria yang juga dijuluki sebagai teroris bermata satu itu -- karena hanya sebelah matanya yang berfungsi -- merupakan bekas pemimpin kelompok Al-Qaeda in the Islamic Maghreb.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belmokhtar telah beberapa kali dilaporkan tewas, khususnya pada Juni 2015 lalu dan April 2013, namun kemudian dibantah kelompoknya.

Pada Mei lalu, seorang tokoh Al-Murabitoun lainnya menyatakan sumpah setia pada kelompok radikal ISIS. Namun Belmokhtar dengan cepat mengeluarkan pernyataan berbeda, dengan menyatakan kesetiaan pada Al-Qaeda yang merupakan rival ISIS. Para pengamat pun menilai hal ini menunjukkan adanya tanda perebutan kekuasaan di kelompok Al-Murabitoun.

Al-Murabitoun sebelumnya telah mengklaim serangan terhadap warga Barat di Bamako pada 7 Maret lalu. Tiga warga Mali, seorang warga Prancis dan seorang warga Belgia tewas dalam serangan ke kelab malam tersebut. Kelompok ini juga mengklaim serangan bunuh diri terhadap pasukan Niger di sebuah pangkalan PBB di Mali pada 15 April lalu.

Di Burkina Faso, Al-Murabitoun juga mengklaim penculikan seorang warga Rumania pada April lalu.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads