Belmokhtar bukan nama asing dalam terorisme. Pria Aljazair itu merupakan musuh lama Kanada. Dia telah lama diburu otoritas Kanada karena penyanderaan dua diplomat Kanada di gurun pasir terpencil di Mali utara pada tahun 2008 dan 2009 silam. Dia juga disebut sebagai dalang serangan dan penyanderaan di pabrik gas Aljazair pada tahun 2013. Sebanyak 40 sandera, kebanyakan warga Barat, tewas dalam serangan itu.
Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/11/2015), Belmokhtar kerap dijuluki dengan berbagai sebutan termasuk "The Uncatchable" dan "Mr Marlboro". Pria yang juga dijuluki sebagai teroris bermata satu itu -- karena hanya sebelah matanya yang berfungsi -- merupakan bekas pemimpin kelompok Al-Qaeda in the Islamic Maghreb.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Mei lalu, seorang tokoh Al-Murabitoun lainnya menyatakan sumpah setia pada kelompok radikal ISIS. Namun Belmokhtar dengan cepat mengeluarkan pernyataan berbeda, dengan menyatakan kesetiaan pada Al-Qaeda yang merupakan rival ISIS. Para pengamat pun menilai hal ini menunjukkan adanya tanda perebutan kekuasaan di kelompok Al-Murabitoun.
Al-Murabitoun sebelumnya telah mengklaim serangan terhadap warga Barat di Bamako pada 7 Maret lalu. Tiga warga Mali, seorang warga Prancis dan seorang warga Belgia tewas dalam serangan ke kelab malam tersebut. Kelompok ini juga mengklaim serangan bunuh diri terhadap pasukan Niger di sebuah pangkalan PBB di Mali pada 15 April lalu.
Di Burkina Faso, Al-Murabitoun juga mengklaim penculikan seorang warga Rumania pada April lalu.
(ita/ita)











































