Seorang petugas gerbang di Bandara Midway, Chicago mengatakan kepada kedua pria bernama Maher Khalil dan Anas Ayyad tersebut, bahwa mereka tak diizinkan naik ke pesawat dari Chicago menuju Philadelphia tersebut. Alasannya, seorang penumpang mendengar mereka berbicara dalam bahasa Arab dan takut untuk terbang bersama mereka. Demikian seperti diberitakan AFP, Sabtu (21/11/2015).
Pada akhirnya, kedua pria keturunan Palestina itu baru bisa terbang dengan penerbangan Southwest Airlines pada Rabu (18/11) malam watu setempat. Namun sebelum itu, kedua sahabat berumur 20-an tahun itu diinterogasi polisi dan petugas keamanan bandara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya bagi-bagikan baklava saya kepada mereka," tutur Khalil kepada stasiun televisi NBC.
Insiden serupa dilaporkan telah terjadi di penerbangan domestik AS lainnya menyusul serangan teror Paris yang menewaskan 129 orang.
Juga di Bandara Midway, Chicago pada Rabu (18/11), enam pria yang oleh para penumpang disebut sebagai keturunan Timur Tengah, disuruh turun dari pesawat Southwest Airlines bertujuan Houston. Pengusiran terjadi setelah keenam orang itu meminta orang-orang di sekitar mereka untuk bertukar tempat duduk, hingga menimbulkan keributan. (ita/ita)











































