Obama Kecam Penyanderaan di Hotel Mewah Mali

Obama Kecam Penyanderaan di Hotel Mewah Mali

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2015 11:51 WIB
Obama Kecam Penyanderaan di Hotel Mewah Mali
Foto: REUTERS/Joe Penney
Kuala Lumpur, - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengecam apa yang disebutnya sebagai penyanderaan "mengerikan" di Mali. Setidaknya 27 orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk seorang warga AS.

"Kebiadaban ini hanya makin memperkuat tekad kita untuk menghadapi tantangan ini," ujar Obama mengenai ancaman kekerasan ekstremis global.

Hal tersebut disampaikan Obama kepada para wartawan di sela-sela KTT ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Atas nama rakyat Amerika, saya ingin menyampaikan dukacita mendalam kami kepada rakyat Mali dan keluarga para korban, termasuk setidaknya seorang warga Amerika," ujar Obama.

Para militan bersenjata menyerang dan menyandera lebih dari 100 orang di sebuah hotel mewah di Bamako, Mali pada Jumat (20/11) waktu setempat. Penyanderaan yang berlangsung sekitar 9 jam itu diklaim oleh kelompok jihadis Al-Murabitoun, sebuah afiliasi Al-Qaeda.

"Kami Murabitoun, dengan partisipasi dari saudara-saudara kami Al-Qaeda in the Islam Maghreb (AQIM), menyatakan operasi penyanderaan di Radisson Hotel," kata seorang pria dalam rekaman audio yang disiarkan oleh televisi Al-Jazeera.

Al-Murabitoun yang dipimpin militan Aljazair bernama Mokhtar Belmokhtar, didirikan pada tahun 2013. Kelompok ini memperkenalkan dirinya sebagai bagian dari Al-Qaeda di wilayah Afrika Barat.

(ita/ita)


Berita Terkait