Dikutip dari kantor berita AFP, Sabtu (21/11/2015) lokasi dijatuhkannya bom juga dipilih berdasarkan basis militan ISIS. Adapun serangan ini merupakan yang kedua kalinya sejak pengeboman melalui kapal perang pada 30 September lalu.
Aksi ini dilakukan atas permintaan sekutu lamanya, yakni Presiden Bashar al-Assad. Presiden Rusia Vladimir Putin pun telah berjanji akan memburu dan menghukum dalang yang berada di balik peristiwa pengeboman di Semananjung Sinai, Mesir beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 36 orang di Suriah tewas akibat serangan udara dari pesawat tempur milik Rusia, Jumat (20/11) lalu. Menurut kelompok Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang bermarkas di Inggris, puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.
Kelompok Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang bermarkas di Inggris menyebut, rentetan bom yang dijatuhkan dari pesawat Rusia tersebut menjadi kenyataan yang paling buruk sejak awal pemberontakan terjadi pada tahun 2011 silam. Diberitakan pula sebelum membombardir Suriah, pasukan militer Rusia sengaja menuliskan rudal yang akan ditembakkan dengan tulisan 'For Our People' dan 'For Paris'. (aws/fdn)











































