"Setidaknya 36 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam lebih dari serangan (bom) oleh pesawat tempur Rusia di beberapa kabupaten kawasan Deir Ezzor," ujar anggota Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Rami Abdel Rahman seperti dikutip dari kantor berita AFP, Sabtu (21/11/2015).
Kelompok pemantau itu menyebut, rentetan bom yang dijatuhkan dari pesawat Rusia tersebut menjadi kenyataan yang paling buruk sejak awal pemberontakan terjadi pada tahun 2011 silam. Diberitakan pula sebelum membombardir Suriah, pasukan militer Rusia sengaja menuliskan rudal yang akan ditembakkan dengan tulisan 'For Our People' dan 'For Paris'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disusul dengan serangan di Paris yang telah merenggut 130 nyawa tepat sepekan yang lalu. Sejak peristiwa itu, Putin dan Presiden Prancis Francois Hollande sepakat untuk bekerjasama dalam operasi gabungan di Suriah. (aws/fdn)











































