Dilansir dari kantor berita AFP, Jumat (20/11/2015), Menteri Pertahanan Mali Traore menyebut tidak ada lagi korban sandera setelah pasukan khusus mengambil alih. Pasukan itu juga mendapat bantuan dari Amerika Serikat dan Perancis.
"Saat ini tidak ada sandera di tangan mereka dan pasukan juga sedang melacak mereka," ujar Traore dalam konferensi pers.
Sumber dari pertahanan luar negeri mengatakan, pihaknya telah menemukan 18 mayat dari peristiwa tersebut. Dua diantaranya diduga merupakan penyerang, namun hingga kini belum ada keterangan resmi.
Pihak jaringan hotel Rezidor Hotel Group menyatakan, dua penyerang menyandera 140 tamu dan 30 pegawai hotel hari ini. Sumber-sumber keamanan di Mali mengatakan, para penyerang melancarkan aksi penembakan di hotel yang memiliki 190 kamar tamu tersebut. (aws/fdn)











































