Penggerebekan besar-besaran digelar polisi Prancis setelah mendeteksi keberadaan Abdelhamid Abaaoud, dalang utama teror Paris yang diyakini bersembunyi di apartemen kawasan Saint-Denis. Penggerebekan diwarnai baku tembak sengit antara polisi dengan orang-orang di dalam apartemen.
Di tengah baku tembak, salah satu orang yang ada di dalam apartemen meledakkan diri. Penggerebekan berakhir selang 7 jam kemudian dan menyisakan dua jasad di lokasi. Salah satu jasad yang berjenis kelamin perempuan diyakini sebagai pengebom bunuh diri yang meledakkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (20/11/2015), kepolisian Prancis kembali menyisir puing-puing apartemen yang hancur parah akibat penggerebekan sebelumnya. Disampaikan kantor jaksa setempat, polisi menemukan jasad ketiga dari puing-puing itu.
Sebuah tas tangan wanita yang berisi paspor atas nama Hasna Ait Boulahcen juga ditemukan di lokasi. Disebut bahwa Boulahcen merupakan sepupu Abaaoud dan merupakan wanita yang meledakkan diri saat penggerebekan berlangsung.
Sementara itu, identitas jasad ketiga yang baru ditemukan belum dirilis oleh otoritas Prancis. (nvc/mad)











































