Penyanderaan di Hotel Mewah Mali, 3 Sandera Dilaporkan Tewas

Penyanderaan di Hotel Mewah Mali, 3 Sandera Dilaporkan Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 20 Nov 2015 18:27 WIB
Penyanderaan di Hotel Mewah Mali, 3 Sandera Dilaporkan Tewas
Foto: REUTERS/Adama Diarra
Bamako - Sedikitnya tiga sandera dilaporkan tewas dalam penyanderaan di hotel mewah Radison Blu, Bamako, Mali. Ada sekitar 10 pria bersenjata yang menyerbu hotel mewah yang biasa didatangi warga asing tersebut.

Disampaikan seorang sumber keamanan setempat, seperti dilansir Reuters, Jumat (20/11/2015), bahwa beberapa sandera dibebaskan setelah berhasil mengucapkan beberapa ayat Alquran. Pengelola jaringan hotel tersebut, Rezidor Hotel Group, menyebut ada 170 orang yang disandera di dalam hotel, yang terdiri atas 140 tamu hotel dan 30 staf hotel.

Sedangkan surat kabar Prancis, Le Monde, yang mengutip Kementerian Keamanan Mali menyebut sedikitnya tiga sandera tewas dibunuh oleh pelaku. Belum diketahui pasti identitas maupun asal kewarganegaraan ketiga korban tewas itu.

Identitas para pria bersenjata yang menyerbu hotel ini maupun asal kelompok mereka, belum diketahui. Penyerbuan ini terjadi di hotel Radisson Blu yang terletak dekat kantor kementerian pemerintah dan kantor diplomatik setempat.

Seorang sumber keamanan setempat menyebut ada 10 pria bersenjata yang menyerbu hotel mewah itu. Mereka melepas tembakan di dalam hotel dan meneriakkan 'Allahu Akbar'. Kepala keamanan hotel menyebut ada dua petugas keamanan yang luka-luka akibat serbuan itu.

Secara terpisah, sumber dari kantor kepresidenan Prancis menyebut ada beberapa warga negara Prancis di dalam hotel. Sedangkan kantor berita China, Xinhua, menyebut beberapa turis asal China termasuk dalam orang-orang yang terjebak di dalam hotel.

Maskapai Turkish Airlines juga menyebut ada enam stafnya di dalam hotel. Dituturkan seorang sumber otoritas Turki bahwa tiga orang di antaranya berhasil meloloskan diri keluar hotel, namun informasi ini belum bisa dipastikan kebenarannya.

Hingga kini, penyanderaan masih berlangsung dan para saksi mata menyebut polisi telah mengepung hotel serta memblokir akses ke lokasi kejadian. (nvc/mad)


Berita Terkait