Sang ayah, Omar Abaaoud, sudah sejak 40 tahun lalu pindah ke Belgia dari Maroko. Di Belgia, Omar memiliki sebuah toko pakaian yang berlokasi di dekat kompleks pasar di wilayah Molenbeek, Brussels. Namun kini, Omar kembali ke Maroko dan tinggal di sana, dia pun berniat menjual rumahnya di Brussels.
Disampaikan pengacara yang mewakili Omar, Nathalie Gallant, saat berbicara kepada CNN's Erin Burnett, seperti dilansir pada Jumat (20/11/2015), Omar merasa lega saat tahu otoritas Prancis memastikan Abaaoud tewas dalam penggerebekan. Gallant menekankan, Omar tidak bahagia mengetahui putranya tewas, namun setidaknya dia merasa lega.
Lebih lanjut, Gallant menyebut Omar sempat menyampaikan kecurigaannya bahwa Abaaoud seorang psikopat karena berperilaku seperti setan. Sang ayah juga menyebut Abaaoud telah merusak kehidupan keluarga mereka di Belgia.
Abaaoud yang lahir tahun 1987 di Molenbeek ini memiliki nama alias Abou Omar Soussi dan juga Abou Omar al-Baljiki. Sang ayah meyakini Abaaoud mulai diradikalisasi pada tahun 2013 lalu, ketika Abaaoud meminta sang ayah berhenti menanamkan pendidikan ala Eropa kepada adik laki-lakinya, Younes.
Dituturkan Gallant, saat itu Abaaoud mengatakan pada ayahnya bahwa dia akan mengajarkan pendidikan Islam kepada sang adik. Tahun 2014, Abaaoud pergi ke Suriah dan bergabung dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Dia memposting beberapa video dirinya berada di garis terdepan ISIS.
Pada tahun yang sama, Abaaoud meyakinkan adiknya Younes yang saat itu berusia 13 tahun untuk bergabung dengannya di Suriah. Sang adik akhirnya pergi dari Belgia ke Suriah sendirian tanpa terdeteksi otoritas Eropa. Hal ini membuat hati sang ayah hancur. Omar kemudian bersedia membantu penyelidikan otoritas setempat terhadap Abaaoud atas tudingan merekrut Younes menjadi militan.
"Kenapa dia ingin membunuh orang-orang Belgia yang tak berdosa? Keluarga kami berutang segalanya pada negara ini. Abdelhamid mempermalukan keluarga kami. Dia menghancurkan keluarga kami. Saya tidak ingin melihatnya lagi," ujar Omar saat itu.
Tidak hanya sang ayah, kakak perempuan Abaaoud bahkan pernah mendoakan adiknya mati. Kepada surat kabar Flemish tahun 2014 lalu, Yasmina pernah mengatakan "Kami hanya bisa berdoa agar dia benar-benar mati" setelah mendapat kabar bahwa adiknya tewas di Suriah, yang ternyata tidak benar.
Pada Kamis (19/11), otoritas Prancis memastikan Abaaoud tewas dalam penggerebekan di Saint-Denis yang digelar Rabu (18/11). Abaaoud diyakini mendalangi serangan teror Paris yang merenggut 129 nyawa pada 13 November lalu. (nvc/ita)











































