Kepolisian China menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/11/2015), penembakan tersebut terjadi selama 56 hari operasi pengejaran yang dilakukan menyusul serangan di tambang batu bara Aksu pada September lalu. Sebanyak 16 orang tewas dalam serangan itu.
Xinjiang, rumah bagi minoritas etnis muslim Uighur, kerap dilanda serangan. Kepolisian China pun melancarkan operasi penangkapan para "teroris" yang disebutnya mendalangi kekerasan-kekerasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Serangan di tambang batu bara itu merupakan serangan teroris keji di bawah perintah langsung sebuah organisasi ekstremis luar negeri," demikian disampaikan di Tianshan.
Disebutkan bahwa serangan itu dilakukan "kelompok teroris keji" yang dipimpin oleh dua orang dengan nama-nama Uighur. "Terorisme merupakan musuh bersama umat manusia," demikian disampaikan.
(ita/ita)











































