Menyesap Secangkir 'Kehangatan' di Kafe Tertua di Melbourne

Jelajah Australia

Menyesap Secangkir 'Kehangatan' di Kafe Tertua di Melbourne

Nograhany Widhi K - detikNews
Jumat, 20 Nov 2015 12:54 WIB
Menyesap Secangkir Kehangatan di Kafe Tertua di Melbourne
Foto: Nograhany WK
Melbourne - Suasana vintage kental dalam Pellegrini's Espresso Bar, kafe tertua di Melbourne. Ada 'kehangatan' yang tak didapatkan di dalam kafe-kafe modern.

Bangunan kafe ini sudah ada sejak pertama kali kafe ini didirikan, tahun 1954 dan tetap dipertahankan bentuknya sampai sekarang. Setidaknya itu yang ditegaskan pemilik Pellegrini's Espresso Bar ini, dua pria bersahabat yang sudah menjadi rekan bisnis sejak lama, Sisto Malaspina (70) dan Nino Pangrazio (77). Begitu juga cita rasa kopinya, dinyatakan tak ada yang berubah sejak tahun 1950-an lalu.

Suasana vintage yang kental di dalam kafe (Foto: Nograhany WK)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"61 Tahun, kami tidak mengubah cita rasa kopinya. Kenapa harus berubah? Saya berubah, Anda berubah, tapi kafe ini, kenapa harus berubah?" kata Sisto yang menyambut detikcom dan RCTI yang ke Australia atas undanganΒ Australia Plus ABC International pada September 2015 lalu.

Kafe ini terletak nyaris di ujung Jalan Bourke Street, hanya sepelemparan batu dari Gedung Parlemen Victoria di ujung yang membentuk pertigaan Bourke Street dan Spring Street. Begitu masuk dari pintu, sudah terasa interiornya yang vintage, lantai kotak-kotak putih-hitam bak papan catur, di sebelah kiri ada kaca-kaca persegi panjang yang tertempel di dinding bercat krem yang dilapisi marmer, di bawah kaca ada kertas-kertas seukuran A4 yang dilaminating dengan kata-kata puisi sederhana dan berrima seperti "Grey Melbourne skies, all my doodles growing into flowers".

(Foto: Nograhany WK)


Ruang dibelah oleh kursi-kursi bar tinggi yang dipantek di lantai dengan bantalan kursi bundar berbalut kulit berwarna cokelat marun berjajar di atas meja panjang kayu yang dipasang menghadap dinding dan yang menghadap ke dapur kering yang bisa melihat barista membuat kopi. Poster-poster vintage dan barang-barang memorabilia pemilik hingga foto dan tanda tangan para pesohor menghiasi dinding dan rak-rak kayu di bagian dapur kering.

(Foto: Nograhany WK)


"Semuanya datang ke sini, presiden, orang terkenal, orang yang yang tak begitu terkenal, dan nyaris semua PM Australia. Bagi kami PM bukannya tak tersentuh dan dikelilingi pengawal. Di Australia berbeda, pemimpin di sini bisa dikelilingi ribuan orang," celoteh Sisto.

Satu yang pasti, bau kopi yang sedap menguar memenuhi ruangan. Mesin seduh kopi, yang menurut Sisto sudah cukup tua itu, seperti tak henti-henti bekerja. Bunyi cesss..cess..cess.. beradu dengan bunyi denting gelas.

(Foto: Nograhany WK)


"Mesin pembuat kopi ini sudah lama. Sudah sekitar 20 tahun, bisa bertahan lama karena kami memperlakukannya dengan respek yang besar. Pasangan saya cemburu sama mesin ini, karena saya menghabiskan lebih banyak waktu di sini hahahaha," imbuh Sisto sambil terbahak.

Tak lama, partner Sisto, Nino Pangrazio datang. Mereka pun berangkulan dan bercerita dengan sangat hangat di depan pengunjung yang duduk di meja bar depan mereka.

Sisto Malaspina (kiri) dan Nino Pangrazio (kanan) (Foto: Nograhany WK)


"Anda lihat, partner saya, kami, sangat klasik melakukan apa yang kami lakukan bertahun-tahun," timpal Nino sambil merangkul Sisto.

Menu kopi di situ memang klasik, espresso, capuccino, macchiato dan sebagainya. Selain kopi, mereka juga menyediakan cake yang ditempatkan di lemari kaca berpendingin. Cake itu seperti cheese cake, fruit pie dan blueberry pie.

(Foto: Nograhany WK)


Nino bahkan mengatakan dirinya membuat blueberry pie sendiri dari dulu. Selain itu dia juga memasak pasta. Kafe ini juga menyediakan pasta, bahkan disebut-sebut salah satu yang terenak di Melbourne.

Nino dan pie blueberry buatannya (Foto: Nograhany WK)


Menu pasta memang terpasang di panel kayu berwarna cokelat yang terletak di tengah-tengah kafe. Ada spaghetti, lasagna, pizza, risotto, ragatoni dan sebagainya. Nino mengajak kami ke bagian warung pasta yang tersekat tembok dengan kafe. Ada panci-panci dan kuah pasta di atas kompor yang baunya sedap.

(Foto: Nograhany WK)


Kafe ini dibeli oleh Sisto dan Nino sejak tahun 1974. Mereka membelinya dari keluarga Pellegrini setelah usia kafe itu berusia 20 tahun, dan kini mereka mengelolanya sudah 40 tahun. Usia kafe ini sendiri adalah 61 tahun.

Nino dan Sisto, yang keduanya merupakan keturunan imigran Italia yang bermukim di Australia pasca Perang Dunia II ini, bertemu saat muda kala mereka bekerja di suatu perusahaan. Passion mereka berdua sangat kuat di bidang food and beverage membawa mereka mendekati keluarga Pellegrini yang mendirikan kafe ini dan kemudian berpartner membelinya.

Mereka berkeras mempertahankan suasana kopi dan citarasa kopi yang sudah melekat erat di benak warga Melbourne. Keluarga Pellegrini, menurut Nino, bekerja sangat keras dalam masa transisi itu melatih mereka berdua mengelola kopi dan kafe dengan standar Pellegrini.

(Foto: Nograhany WK)


"Mereka mengajari kami hal-hal yang mereka lakukan, bekerja dengan kami pada 3 bulan pertama, mendampingi kami. Mereka bekerja sangat keras," tutur Nino seperti dikutip dari situs Pemerintah Victoria.

Ada kehangatan di sini, yang tidak bisa ditemui di kedai kafe waralaba modern yang menjamur di kota-kota besar. Sebagai pemilik, Sisto dan Nino bekerja laiknya para pelayan dan barista. Mereka melayani pengunjung, mengambilkan cake/kue pesanan hingga menjaga kasir. Mereka menyapa pengunjung dengan hangat, dan membuka obrolan-obrolan ringan dengan para peminum kopi, sebagiannya pelanggan loyal.

Sapaan dan obrolan akrab antara pemilik dan pengunjung ini makin jarang ditemui di kafe-kafe modern yang interaksinya hanya sebatas order dan bayar di kasir. Tak heran, Pellegrini's Espresso Bar bertahan di tengah menjamurnya tempat minum kopi modern.



Baca terus fokusΒ Jelajah Australia, dan ikutiΒ Hidden Quiz-nya!
Halaman 2 dari 1
(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads