Video berdurasi 6 menit ini dirilis kelompok ISIS dari wilayah Dijla, Irak dalam bahasa Arab. Berdasarkan terjemahan dari organisasi pelacak teroris, SITE Intelligence Group yang berbasis di Maryland, AS, seperti dilansir Reuters, Jumat (20/11/2015), ISIS mengancam akan melancarkan serangan bom di AS serta lebih banyak serangan di Prancis.
Video ancaman ini muncul pada Kamis (19/11) atau selang sehari setelah beredar video ancaman ISIS lainnya yang menampilkan suasana New York City dan menjadikannya target ancaman. Video berjudul 'Paris Before Rome' ini menampilkan beberapa cuplikan teror Paris dan kemudian menampilkan dua militan yang menyampaikan ancaman mereka. Militan pertama mengancam akan lebih banyak menyerang Prancis dan juga Gedung Putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan meledakkannya, sama seperti kami meledakkan berhala di tanah ini," imbuhnya, merujuk pada Gedung Putih.
Militan kedua mengancam Presiden AS Barack Obama dan Presiden Prancis Francois Hollande. "Kami akan membakar Anda dengan rompi peledak dan bom mobil kami. Kami akan melacak Anda ke manapun Anda pergi," tegasnya.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby menuturkan kepada CNN, pihaknya telah mengetahui perihal video terbaru ISIS ini dan menyatakan masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan keasliannya.
"Semua orang di sini, di kalangan pemerintah Amerika Serikat menanggapi ancaman ini dengan serius," ucapnya. Sedangkan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS enggan mengomentari video ini. (nvc/ita)











































