Penangkapan ini dilakukan seiring Swedia meningkatkan keamanan menyusul serangan-serangan teror di Paris, Prancis pekan lalu.
Seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/11/2015), warga Irak bernama Mutar Muthanna Majid diciduk dalam operasi penyerbuan ke pusat pencari suaka di kota Boliden pada Kamis, 19 November sore waktu setempat. Operasi tersebut berlangsung tanpa insiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Majid dilaporkan berumur 25 tahun. Menurut media lokal, pria itu diyakini pernah ikut bertempur di Suriah dan tengah mempersiapkan serangan teroris.
"Penangkapan terjadi secara tenang dan para penyelidik tengah berencana untuk menginterogasi tersangka," demikian statemen badan intelijen Swedia, Sapo.
Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven menyampaikan ucapan selamat kepada badan-badan keamanan atas cepatnya penangkapan tersangka tersebut.
Lebih lanjut Sapo menyatakan, sejauh ini tidak ditemukan adanya kaitan Majid dengan para pelaku serangan teror Paris. Menurut Sapo, pembantaian di Paris menunjukkan bagaimana kelompok ISIS telah memperluas jangkauannya di Eropa.
Swedia tak pernah mengalami serangan teroris sejak tahun 2010, ketika seorang pria meledakkan bom yang dibawanya di sebuah jalan di Stockholm. Ledakan bom itu melukai dua orang.
(ita/ita)











































