Cara Asik Jelajah Melbourne: Jalan Kaki Blusukan ke Gang Kecil

Jelajah Australia

Cara Asik Jelajah Melbourne: Jalan Kaki Blusukan ke Gang Kecil

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
Jumat, 20 Nov 2015 07:05 WIB
Cara Asik Jelajah Melbourne: Jalan Kaki Blusukan ke Gang Kecil
Foto: Nograhany WK
Melbourne - Kota Melbourne sangat teratur. Lanskap kotanya kotak-kotak bila dilihat dari atas. Lanskap kotak-kotak ini menciptakan gang-gang yang kini nyaman dijelajahi dengan jalan kaki.

detikcom dan RCTI atas undangan Australia Plus ABC International merasakan sendiri blusukan di Kota Melbourne dengan berjalan kaki ke mana-mana, terutama di kawasan Central Business Distric (CBD). Trotoar yang lebar dan nyaman mendukung sekali menjelajah Melbourne dengan berjalan kaki.

Jangan cuma selusur di jalan-jalan besarnya, masuklah ke gang-gang kecil, Anda akan banyak menemui 'harta karun' Melbourne yang sebenarnya. Ada kafe-kafe cozy, toko cake atau toko roti yang enak, toko buku, toko atau butik baju dari desainer dan merek lokal hingga kawasan kreatif grafiti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(Foto: Nograhani WK)

"Jika Anda berjalan di Melbourne, itu bentuknya kotak-kotak. CBD terutama, dulunya memang area kotak-kotak yang besar. Pada tahun 1837, pemerintah memutuskan untuk membuat blok-blok ini menjadi wilayah-wilayah yang lebih kecil. Dari situlah gang-gang ini muncul, menjadi cikal-bakal tujuan wisata Melbourne selama beberapa tahun terakhir," tutur Fiona Sweetman, pendiri Hidden Secret Tours di Melbourne.

​Fiona Sweetman (Foto: Nograhany WK)

Hidden Secret Tours yang ditawarkan Fiona adalah paket wisata blusukan ke gang-gang kecil di Melbourne, melihat deretan toko-toko desainer lokal, warung kopi-warung kopi lokal hingga restoran-restoran yang oke.
​Toko desainer lokal di kawasan DeGraves Street (Foto: Nograhany WK)
Lanskap Melbourne yang blok kotak-kotak itu dikenal dengan nama The Hoodle Grid. The Hoodle Grid dirancang oleh Robert Hoddle dan diimplementasikan di Kota Melbourne pada 1837 dan kemudian berkembang. Nah di era Victoria dan masa perburuan emas, gang-gang itu menjadi tempat parkir kereta kuda, kereta juga kudanya. Beberapa bahkan menjadi area kumuh.

Fiona menambahkan, sejak 25 tahun lalu atau sekitar 1990-an, pemerintah kota Melbourne berinisiatif merevitalisasi dan menghidupkan gang-gang kecil itu, sekaligus mendorong usaha kecil menengah. Area kotak-kotak itu kini melingkupi Flinders Street hingga Queen Victoria Market dan dari Spencer Street hingga Spring Street.

Kendaraan bermotor dilarang masuk ke gang-gang beralas cobblestone itu. Kafe dan restoran menyediakan kursi-mejanya di tengah-tengah jalan yang sempit. Itu mengapa cara terbaik menjelajahinya adalah dengan berjalan kaki.

​DeGraves Street (Foto: Nograhany WK)

Beberapa gang yang terkenal adalah Centre Place dan DeGraves Street. Di DeGraves Street ini ada underpass-nya, ruang bawah tanah seperti lorong yang menghubungkan stasiun Flinders Street ke DeGraves Street. Jangan bayangkan lorong yang gelap.

 
​De Graves Street Subway (Foto: Nograhany WK)

Lorong berjuluk DeGraves Street Subway yang dibangun tahun 1950-an di sini terang, tidak kumuh, tidak pesing dan ada instalasi seni di dinding-dindingnya yang diporselen warna salem. Sekilas, instalasi seni ini bak akuarium dengan dinding kaca. Namun, instalasi yang disebut Platform Artists Group ini ternyata cantik dari 'permainan' material dan cahaya dan sudah ada sekitar 20 tahun lalu.

Di DeGraves Street Subway dan di atas DeGraves Street itu, ada berbagai toko baju kecil yang memamerkan karya desainer lokal. Juga kafe-kafe kecil. detikcom dan RCTI yang dipandu Fiona, menemukan cafe kecil berjuluk "The Cup of Truth" di DeGraves Subway. Kafe ini mengandalkan kejujuran pembelinya dalam membayar kopi. Pemilik hanya meletakkan cangkir besar tempat menaruh uang setelah menyerahkan kopi.

​Kafe Cup of Truth (Foto: Nograhany WK)

Ada pula kafe yang menjual donat Nutella yang enak seharga AU$3,5, atau toko cup cake yang enak seharga AU$4.

"Kawasan DeGraves Street ini dulunya merupakan pabrik. Tahun 1980-an Pemkot memutuskan untuk merevitalisasi pusat kota dan bangunannya, gang-gangnya, banyak apartemen, toko dan lain-lain. Rencana Pemkot memang memastikan 30 persen bangunan di jalan itu harus dibangun kafe dan restoran. Itu adalah awal dari kesempatan unit usaha kecil berkembang selama 25 tahun terakhir," tutur Fiona.



Baca terus fokus Jelajah Australia, dan ikuti Hidden Quiz-nya! (nwk/nrl)


Berita Terkait