Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengabarkan tewasnya Abaaoud kepada parlemen ketika mereka sedang melakukan voting untuk memperpanjang status darurat untuk 3 bulan. Anggota parlemen pun menyambut kabar tersebut dengan tepuk tangan.
"Kita tahu hari ini bahwa dalang dari penyerangan-penyerangan -atau salah satu dari mereka, kita harus tetap berhati-hati- adalah salah satu dari mereka yang tewas," kata Valls kepada wartawan. Demikian dilansir Reuters, Jumat (20/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laba-laba di jaring sudah bukan lagi merupakan ancaman bahaya," ucap Menteri Kehakiman Belgia, Koen Geens yang menyebut hal ini sebagai terobosan.
Kejaksaan Paris mengatakan bahwa jasad Abaaoud ditemukan dengan lubang di tengah reruntuhan setelah penggerebekan pada Rabu (18/11). Kejaksaan kemudian menambahkan bahwa masih belum jelas apakah pria itu meledakkan diri dengan sabuk bunuh diri.
Militan kelahiran Maroko ini dituduh mendalangi pengeboman dan penembakan terkoordinasi di Paris pekan lalu yang menewaskan 129 orang. Sebanyak 7 penyerang tewas dalam serangan itu dan tersangka kedelapan masih buron.
(imk/imk)











































