Polisi Manila Kerahkan 'Katy Perry' Hadapi Demonstran Pertemuan APEC

Polisi Manila Kerahkan 'Katy Perry' Hadapi Demonstran Pertemuan APEC

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 19 Nov 2015 18:36 WIB
Polisi Manila Kerahkan Katy Perry Hadapi Demonstran Pertemuan APEC
Unjuk rasa menentang APEC di Manila, Filipina (REUTERS/Czar B Dancel)
Manila - Pertemuan tingkat tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang digelar di Manila, Filipina diwarnai unjuk rasa. Untuk menenangkan demonstran yang menolak APEC, kepolisian setempat mengerahkan lagu-lagu penyanyi pop dunia Katy Perry.

Ratusan orang menggelar aksi unjuk rasa di luar gedung yang menjadi lokasi pertemuan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan para kepala negara anggota APEC lainnya. Unjuk rasa ini berujung bentrokan ketika demonstran berusaha menerobos barikade polisi.

Seperti dilansir AFP, Kamis (19/11/2015), polisi yang membawa tameng pelindung dan tongkat kayu berusaha menghalangi para demonstran mendekati tempat pertemuan. Polisi juga menggunakan meriam air untuk membubarkan massa yang berteriak 'APEC sampah'. Kemudian polisi mengeluarkan senjata rahasia mereka: lagu-lagu Katy Perry dengan pengeras suara raksasa. Lagu hit Katy Perry yang berjudul 'Roar' dimainkan dengan volume maksimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

REUTERS/Cheryl Gagalac


Cara ini mampu mengalihkan perhatian para demonstran dan membuat mereka hanyut untuk bernyanyi sepanjang lagu. Lagu-lagu lainnya, seperti lagu 'Islands in the Stream' milik penyanyi country asal AS Dolly Parton, kemudian lagu DJ ternama David Guetta dan lagu 'How Deep is Your Love' milik Bee Gees ikut dimainkan. Untuk menambah ramai, beberapa polisi mengetukkan tongkat mereka ke tameng pelindung sejalan dengan alunan musik.

"Ini konyol," ucap salah satu anggota parlemen sayap kiri Carlos Isagani Zarate kepada AFP, saat demonstran bersama menyanyikan lagu klasik 'My Girl'.

REUTERS/Czar B. Dancel


Banyak demonstran yang marah terhadap cara kepolisian menenangkan unjuk rasa ini, yang dianggap sebagai bentuk penekanan terhadap isu yang mereka perjuangkan. Demonstran menentang agenda perdagangan bebas APEC karena dianggap hanya menguntungkan perusahaan besar dan merugikan kaum miskin. "Kami hanya ingin suara kami didengar," tutur seorang petani mangga Candelario Rusasena (64) yang ikut dalam unjuk rasa.

"Ini langkah yang kasar dan putus asa," sebut petani Redo Pena (54) kepada AFP.

Secara terpisah, juru bicara Kepolisian Metro Manila, Kimberly Gonzales menuturkan kepada AFP bahwa penggunaan musik dimaksudkan untuk mengurangi ketegangan antara demonstran dan polisi yang mengawal mereka.

"Kebanyakan warga Filipina suka musik dan musik memberikan efek menenangkan bagi semua orang. Ini sejalan dengan kebijakan toleransi maksimum kami dalam unjuk rasa," tutur Gonzales.

REUTERS/Cheryl Gagalac


Lebih lanjut, Gonzales mengakui bahwa penggunaan musik bukanlah taktik yang tidak biasa. Gonzales juga menyatakan, tidak ada maksud untuk meremehkan unjuk rasa yang tengah digelar. "Kami memahami keseriusan isu (yang diperjuangkan). Kami tidak bermaksud menghina," tegasnya. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads