"Saya tidak melihat situasi di mana kita bisa mengakhiri perang sipil di Suriah selagi Assad tetap berkuasa," tutur Obama kepada para wartawan di sela-sela KTT APEC di Manila, Filipina, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (19/11/2015).
Komentar Obama tersebut jelas bertolak belakang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menentang keras penggulingan Assad. Obama pun mengatakan, butuh waktu beberapa bulan bagi Rusia dan Iran untuk mengakui kebenaran yang disampaikannya soal Assad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusia mulai melancarkan serangan-serangan udara di Suriah pada akhir September lalu. Moskow bersikeras bahwa target utama operasi udaranya adalah para militan ISIS. Namun kebanyakan gempurannya dilancarkan di wilayah-wilayah yang dikuasai para pemberontak yang menentang Assad. Meski belakangan ini, Putin memerintahkan untuk meningkatkan serangan udara Rusia sejak dipastikan bahwa ledakan bom telah menjatuhkan pesawat Metrojet di Rusia. Kelompok radikal ISIS telah mengklaim serangan bom yang menewaskan 224 orang.
(ita/ita)










































