Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan usai serangan teror yang mengguncang Paris pada 13 November lalu, soal apakah intelijen memiliki perlengkapan dan sumber daya yang cukup dalam menghadapi militan berteknologi tinggi. Hadir dalam forum pakar keamanan global, Brennan tanpa menyebut langsung nama Snowden, menyalahkan pembocoran intelijen yang telah merusak sistem keamanan.
"Setiap pengungkapan tanpa izin yang dilakukan oleh siapa saja yang melanggar sumpah jabatan mereka, telah mengganggu keamanan negara ini," ucap Brennan menjawab pertanyaan soal Snowden seperti dilansir AFP, Kamis (19/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Brennan menyebut pembocoran informasi telah membuat upaya internasional dalam melacak teroris menjadi lebih sulit. "Banyak orang di luar sana yang mengomentari tindakan sejumlah individu dan memuji tanpa memahaminya -- sungguh bodoh apa yang orang-orang itu lakukan," sebutnya.
Ketika ditanya apakah AS telah cukup membagi informasi dengan negara lain, Brennan menyebut CIA telah bekerja sama erat dengan negara-negara lain termasuk Rusia untuk membahas berbagai ancaman dari kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
"Selama 5 minggu terakhir, saya melakukan sejumlah percakapan dengan mitra Rusia, meskipun ada perbedaan kebijakan (antara kedua negara) di Suriah dan Ukraina. Telah menjadi pembahasan soal bagaimana kita bisa berbagi informasi soal ancaman (ISIS) ini," sebut Brennan.
Snowden yang pernah menjadi analis CIA, melarikan diri dari AS sekitar 2 tahun lalu setelah mencuri berbagai informasi rahasia yang kemudian dibocorkan ke publik. Berbagai informasi rahasia yang dibocorkan Snowden mengungkap praktik intelijen berbagai negara, termasuk AS. (nvc/ita)











































