Namun FBI dan kepolisian New York mengatakan, sejauh ini tak ada ancaman spesifik yang diketahui.
"Meski sebagian dalam rekaman video itu bukan hal baru, video itu mempertegas pesan bahwa Kota New York tetap menjadi target utama teroris," tutur Stephen Davis, wakil kepala kepolisian New York seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (19/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok ISIS telah mengklaim mendalangi serangan teror di Paris pada Rabu (13/11) lalu yang menewaskan 129 orang. Dalam rekaman video ISIS yang muncul Rabu (18/11), Abu Mohammad al-Adnani, ahli propadanda senior ISIS menyerukan para pendukung ISIS di seluruh dunia untuk "berperang melawan para kafir".
Dalam video berdurasi enam menit itu, ISIS pun memuji para pelaku serangan Paris. "Semoga Allah memberkahi mereka semua dan memberikan kebaikan atas nama Islam," kata al-Adnani menurut media Australia, Herald Sun, Rabu (18/11/2015).
"Kami berjanji, insha Allah, untuk terus membuat mereka dalam situasi panik dan horor, takut dan hilang keamanan, dan apa yang akan datang adalah lebih buruk dan lebih pahit, insha Allah," imbuh al-Adnani. (ita/ita)











































