"Itu pasti menceritakan sejarah dari suatu negara. Sejarah, salah satu atraksi di Sovereign Hill Ballarat, menceritakan tentang sejarah penggalian emas di Australia. Emaslah yang membangun kota ini (Melbourne) tahun 1850-1860. Jadi ceritakanlah tentang sejarah suatu kota, ceritakan kisah sebenarnya yang tak bisa Anda temukan di tempat lain. Ceritakan kisah sungai ini, taman ini yang unik, kami mendapati bahwa ini menarik buat turis," tutur Chief Executive of Victoria Tourism Industry Council (VTIC/Dewan Industri Pariwisata Victoria) Dianne Smith.
Papan penjelasan salah satu kawasan bersejarah di Melbourne (Foto: Nograhany WK) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan sebenarnya Melbourne dan Victoria menarik turis untuk berbagai tujuan. Baik untuk liburan, bisnis, atau sekadar mengunjungi teman dan kerabat.
"Banyak juga orang Indonesia yang berkunjung ke sini. Alasannya berbagai macam, bisa jadi mereka punya saudara yang sekolah di sini di Melbounre, datang untuk alasan berbeda dan sekalian berkunjung. Orang Indonesia itu bagian dari event fashion yang digelar pada Maret tahun ini (2015), di sini mereka datang tak cuma urusan bisnis, tapi juga menikmati pemandangan kota yang indah. Mereka datang ke sini seperti mereka ingin tinggal di sini," imbuh dia.
Dianne juga menambahkan ada berbagai macam acara, termasuk olahraga, galeri seni. Di galeri seni ada banyak warisan Aborigin yang dipamerkan dan merupakan bagian penting dari Kota Melbourne dan Victoria.
Seni grafiti di gang Hosier Lane Melbourne (Foto: Nograhany WK) |
"Anda tahu, kami harus selalu memperbarui atraksi pariwisata, kami berinvestasi sangat besar untuk atraksi pariwisata, galeri, parade pinguin, kebun binatang, heritage park. Jadi ini adalah sesuatu yang kami fokuskan," jelas Dianne.
Ditambahkan Menteri Pariwisata dan Acara Besar, Menteri Olahraga dan Menteri Veteran, John Eren, Victoria memiliki banyak acara olahraga. Sebut saja kompetisi tenis dunia Australia Open yang dihadiri 720 ribu orang dari seluruh dunia, turnamen sepak bola International Champions Cup (ICC) yang bisa menggerakkan roda ekonomi sebesar ratusan juta dolar, Australian Footbal League (AFL) alias Footy atau sepak bola khas Australia, serta Spring Racing alias pacuan kuda.
Pertandingan AFL di Stadion Melbourne Cricket Ground (MCG) (Foto: Nograhany WK) |
Kemudian, ada juga industri MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition) juga turut menggerakkan ekonomi.
"Orang-orang yang hadir dalam konferensi itu menghabiskan sekitar AU$600-650 (Rp 6 juta-Rp 6,5 juta) per hari, itu perputaran ekonomi yang besar. Jadi sangat bernilai kami menginvestasikan AU$190-210 juta untuk membangun convention center," imbuhnya.
Kemudian, imbuhnya, Melbourne dan Victoria juga memiliki kawasan-kawasan budaya, penampilan seni, juga kawasan-kawasan kuliner.
Toko cupcake di De Graves Street Melbourne (Foto: Nograhany WK) |
"Restoran yang bagus, makanan yang enak, kopi terbaik di dunia. Semuanya itu berpadu dan itu sebabnya kami mendapatkan predikat most livable city in the world. Kemudian juga kehidupan multikultural di sini, sangat istimewa. Itu membuat branding bagi kami, sangat penting," tutur John.
Baca terus fokusΒ Jelajah Australia, dan ikutiΒ Hidden Quiz-nya!
Halaman 2 dari 1











































Papan penjelasan salah satu kawasan bersejarah di Melbourne (Foto: Nograhany WK)
Seni grafiti di gang Hosier Lane Melbourne (Foto: Nograhany WK)
Pertandingan AFL di Stadion Melbourne Cricket Ground (MCG) (Foto: Nograhany WK)
Toko cupcake di De Graves Street Melbourne (Foto: Nograhany WK)