Sumber pejabat intelijen setempat seperti dikutip The Washington Post menyebut Abaaoud tewas dalam penggerebekan yang diwarnai baku tembak pada Rabu (18/11). Namun jaksa wilayah Paris, Francois Molins mengaku belum bisa memastikan identitas dua orang yang tewas dalam penggerebekan itu.
Sejauh ini, otoritas Prancis hanya memastikan secara resmi bahwa penggerebekan di sebuah apartemen di kawasan Saint-Denis, Paris bagian utara itu bertujuan untuk memburu Abaaoud, yang diyakini bersembunyi di situ sejak serangan 13 November.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abaaoud yang pernah mendapat pelatihan militan di Suriah ini menjadi target serangan udara militer Prancis di Raqqa, Suriah pada Oktober lalu. Serangan itu mengenai sebuah kamp pelatihan ISIS untuk militan asing.
"Dia merupakan salah satu yang melatih pelaku jihad asing," sebut sumber dari kalangan otoritas antiterorisme Prancis kepada CNN.
Abaaoud yang berusia 28 tahun ini tumbuh besar di wilayah Molenbeek, pinggiran Brussels, Belgia. Molenbeek sendiri sering dikait-kaitkan dengan terorisme dan bahkan disebut sebagai sarang ekstremis. Dua pelaku serangan teror Paris, yakni Ibrahim dan Salah Abdeslam, yang diketahui sebagai kakak-beradik juga berasal dari Molenbeek. Saat masih tinggal di Molenbeek, Abaaoud berteman dengan keduanya.
Ayah Abaaoud, Omar, diketahui memiliki sebuah toko pakaian di Rue de l'Avenir, Paris. Abaaoud sempat bersekolah di sekolah Katolik, College Saint-Pierre d'Uccle, di kawasan menengah atas di Brussels, namun hanya selama setahun. Dilaporkan New York Times, Abaaoud pernah terlibat kasus narkoba dan pencurian, serta dipenjara karena kejahatan ringan pada tahun 2010.
Ayah Abaaoud pada Mei lalu membantu penyelidikan polisi atas tudingan Abaaoud merekrut adiknya untuk bergabung dengannya di Suriah. "Saya tidak tahan lagi. Dia (Abaaoud) menghancurkan keluarga kami. Saya tidak ingin melihatnya lagi," tegas Omar.
Abdelhamid Abaaoud (REUTERS/Social Media Website via Reuters) |












































Abdelhamid Abaaoud (REUTERS/Social Media Website via Reuters)