Majalah berbahasa Inggris milik ISIS itu memunculkan foto sandera asal China, Fan Jinghui dan sandera asal Norwegia, Ole-Johan Grimsgaard-Ofstad dengan kepala berdarah. Di depannya tertulis stempel bertuliskan 'dieksekusi setelah ditinggalkan oleh negara dan organisasi kafirnya'. Tidak jelas kapan, dimana, dan bagaimana mereka dibunuh.
"Terlihat (foto di majalah) menunjukkan bahwa Ole-Johan Grimsgaard-Ofstad telah dieksekusi. Kami masih berusaha untuk mengkonfirmasinya," kata Perdana Menteri Norwegia seperti dilansir dari AFP, Kamis (19/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bawah foto masing-masing sandera, tertulis: "Kepada siapa pun yang berkepentingan, pasukan salib, penyembah berhala dan sekutunya, seperti yang disebut oleh organisasi 'hak' manusia, tahanan ini ditinggalkan oleh pemerintahnya, yang tidak melakukan hal semaksimal mungkin untuk membeli kebebasannya."
Di bagian paling bawah tertulis: "Siapa saja yang ingin membayar uang tebusan untuk pembebasannya dan pemindahannya bisa menghubungi nomor telegram di bawah."
Ditambahkan juga bahwa tawaran ini dibatasi waktu, namun tidak disebut berlaku hingga kapan. Tidak disebutkan juga berapa jumlah uang tebusan yang diminta. Di Norwegia, Perdana Menteri Erna Solberg membenarkan bahwa satu warganya dijadikan sandera ISIS.
(khf/miq)











































