Usulan Partai Republik Soal Pemeriksaan Ketat Pengungsi Suriah Ditolak Obama

Teror Berdarah di Paris

Usulan Partai Republik Soal Pemeriksaan Ketat Pengungsi Suriah Ditolak Obama

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Kamis, 19 Nov 2015 07:44 WIB
Usulan Partai Republik Soal Pemeriksaan Ketat Pengungsi Suriah Ditolak Obama
Ilusrasi Pengungsi Foto: REUTERS/Laszlo Balogh
Washington DC - Partai Republik mengusulkan agar pengungsi Suriah dan Irak yang masuk ke Amerika Serikat (AS) diperiksa dengan ketat. Hal itu terkait dengan serangan berdarah di Paris, Prancis, Jumat (13/11) tengah malam lalu.

Menurut rencana tahun 2016, AS akan menerima 10.000 pengungsi Suriah. Akan tetapi Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama rencananya akan memveto usulan dari Partai Republik tersebut.

"Undang-undang ini akan membuat persyaratan baru yang justru tidak perlu dan tidak praktis," kata Gedung putih dalam sebuah pernyataannya seperti dilansir dari Reuters, Kamis (19/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan ini akan menghambat upaya kami untuk membantu beberapa orang yang paling rentan di dunia," lanjutnya

Gedung Putih berpendapat penerimaan ini bertujuan untuk memenuhi dua program penting. "Keamanan nasional dan tujuan kemanusiaan," kata Gedung Putih.

Sebelumnya, Obama menghadapi tekanan dari 22 negara bagian yang dikuasai oleh Republik, calon presiden dari Partai Republik, anggota kongres dan salah seorang Gubernur dari Partai Demokrat terkait pengungsi Suriah dan Irak. Mereka berharap agar AS tidak menerima para pengungsi Suriah tersebut.

"Mengingat serangan tragis yang terjadi di Paris dan ancaman yang jelas terlihat. Texas tidak akan ikut berpartisipasi dalam program apapun yang melibatkan pengungsi Suriah. Karena salah satu dari mereka bisa saja teroris," kata Gubernur Texas, Greg Abbott seperti dilansir dari AFP, Selasa (17/11/2015)

"Saya akan mengerahkan segala cara untuk menghentikan rencana dari Pemerintah Obama untuk menampung pengungsi Suriah di Mississippi," lanjut Gubernur Mississippi Phil Bryant. (yds/bal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads