Demikian disampaikan Rami Abdel Rahman, direktur kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (18/11/2015).
Prancis menggencarkan serangan udaranya di Raqa menyusul serangan teror di Paris pada Jumat (13/11) lalu yang menewaskan 129 orang. Pesawat-pesawat tempur Prancis terus membombardir target-target ISIS sejak Senin (16/11) hingga Rabu (18/11).
Rusia juga menggempur Raqa pada Selasa (17/11) setelah Moskow mengkonfirmasi bahwa serangan bom telah menjatuhkan pesawat maskapai Rusia di Mesir bulan lalu. Keseluruhan penumpang dan kru pesawat Metrojet yang berjumlah 224 orang tewas dalam serangan itu.
"Terbatasnya jumlah korban tewas bisa dijelaskan dengan fakta bahwa para jihadis telah mengambil langkah pencegahan," tutur Abdel Rahman. "Cuma ada penjaga di sekitar depot dan barak dan kebanyakan mereka yang tewas berada di pos-pos pemeriksaan," tandasnya.
(ita/ita)











































