Teror Berdarah di Paris, Menolak Pengungsi Suriah Bukan Solusi

Teror Berdarah di Paris, Menolak Pengungsi Suriah Bukan Solusi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 18 Nov 2015 11:27 WIB
Teror Berdarah di Paris, Menolak Pengungsi Suriah Bukan Solusi
Paris, - Peristiwa serangan-serangan teror di Paris, Prancis telah memicu seruan untuk menolak para pengungsi Suriah yang membludak. Namun Anthony Lake, kepala badan anak PBB, UNICEF mengatakan, mengusir para pengungsi bukanlah solusi dan akan menimbulkan tekanan hebat di negara-negara tetangga Turki, Yordania dan Libanon.

Dikatakan Lake seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (18/11/2015), negara-negara tetangga Suriah telah disulitkan oleh masivnya gelombang pengungsi. Turki misalnya, telah menerima sekitar 2 juta pengungsi Suriah, Libanon lebih dari 1 juta orang dan Yordania lebih dari 500 ribu orang.

"Jika perbatasan ditutup dan tekanan meningkat pada Turki, Libanon dan Yordania, kita berisiko memberikan tekanan lebih pada mereka secara ekonomi, politik dan strategis dan itu tidak diinginkan siapapun," tutur Lake.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menutup perbatasan bukanlah solusi," imbuhnya.

Prancis dan negara-negara Eropa lainnya saat ini tengah menghadapi desakan untuk menolak masuknya pengungsi Suriah. Desakan ini muncul setelah para penyelidik Prancis mengatakan bahwa salah satu pelaku serangan Paris kemungkinan telah masuk ke Eropa sebagai bagian dari gelombang pengungsi.

Lake pun menyerukan untuk meningkatkan upaya-upaya untuk menghentikan perang di Suriah dan membantu negara-negara tetangga menghadapi krisis pengungsi.

(ita/ita)


Berita Terkait