Saat kejadian berdarah pada Jumat (17/11) lalu, Boumbas sedang merayakan ulang tahun rekannya di sebuah bar dekat distrik 11. Diceritakan media Prancis, saat itu ada teroris yang datang lalu menembak sejumlah orang. Saat ada seorang wanita yang akan jadi korban, Boumbas dengan sigap menerjang peluru tersebut. Wanita yang diselamatkan oleh Boumbas masuk dalam daftar 90 korban luka kritis.
"Ludo melemparkan dirinya untuk melindungi seorang gadis dan terkena peluru tadi. Wanita tersebut juga terkena tembakan, namun masih bisa diselamatkan dan kini ada di rumah sakit," ujar salah seorang rekam Boumbas kepada Mail Online.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reuters |
CNN Indonesia melaporkan, aksi heroik juga dilakukan oleh Sebastian. Dia menolong seorang ibu hamil yang bergelantungan di tengah aksi teror.
"Tolong! Tolong! Saya hamil! Tangkap saya jika saya jatuh," teriaknya pada malam di mana Paris berubah kelabu karena setidaknya 132 orang tewas akibat rangkaian serangan di enam titik.
Adegan tersebut terekam kamera jurnalis Daniel Psenny yang tinggal di belakang Bataclan. Dalam arena konser band Eagles of Death Metal tersebut, sekelompok orang menembakkan peluru ke segala arah selama 5-10 menit dan menewaskan 112 orang.
Namun, para pengunjung konser yang panik tak memedulikan teriakan perempuan tersebut. Hingga akhirnya seorang pria datang dan menjulurkan tangannya.
Perempuan tersebut hampir tak dapat lagi mencengkeram jendela ketika Sebastien, pahlawan yang enggan disebutkan identitas jelasnya, mendengar tangisan perempuan itu.
"Ada dua jendela di depan saya. Ia bergelantungan di salah satunya, meminta orang di bawahnya untuk menolong jika ia melompat. Di bawah juga suasana sedang kacau," tutur Sebastien.
Menurut Sebastien, awalnya perempuan itu masih berjuang agar dapat bertahan hingga ada orang di bawah yang akan menangkapnya. Namun, genggaman tangannya semakin lemah.
Reuters |
"Saya memanjat jendela yang lainnya dan berdiri di ventilasi udara 15 meter dari tanah. Saya menunggu hingga lima menit dan perempuan hamil itu tidak dapat bertahan lagi, meminta saya untuk menolongnya kembali ke dalam," kata Sebastien.
Kisah Sebastien ini terkuak setelah seorang teman dari perempuan hamil tersebut, Frans Torreele, berkicau melalui akun Twitter pribadinya demi mencari sang pahlawan pada Minggu (15/11). Kicauan tersebut sudah di-retweet 1.800 kali sebelum saudara Sebastien meresponsnya lewat surat elektronik.
"Ia ingin berterima kasih kepada semuanya, terutama pria yang menolongnya naik kembali ke atas," kata Torreele.
![]() |
Menurut Torreele, temannya diselamatkan hanya dengan satu gerakan kecil.
"Anda tak dapat membayangkan bagaimana tangan yang menjulur dapat membantu menyelamatkan seseorang. Orang-orang ini harus saling berterima kasih, memeluk satu sama lain," kata Torreele.
Halaman 2 dari 2












































Reuters
Reuters