Dilansir dari CNN, Selasa (17/11/2015), kantor PBB belum bisa memberikan pernyataan resmi terkait kunjungan ini. Rencananya, dalam kunjungan bersejarah ini, Ban akan menemui pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Jika kunjungan ini benar terjadi, ini merupakan kunjungan pertama bagi seorang Sekjen PBB selama dua dekade terakhir. Sebelumnya pada bulan Mei lalu, Korea Utara membatalkan kunjungan Sekjen PBB asal Korea Selatan sehari sebelum Ban tiba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam kunjungan ke Korea Utara nanti dijadwalkan Sekjen PBB akan bertemu dengan pemimpin Korea Utara," lanjutnya.
Eri Kaneko juga menambahkan, Ban dalam kunjungannya ke Korea Utara juga akan menjadi penengah dalam konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan. "Sekjen mengatakan bahwa dia siap untuk berperan dalam rangka menengahi konflik dan membantu stabilitas antara kedua negara (Korea Utara dan Korea Selatan)," tuturnya. (yds/erd)











































